spot_img
Minggu 6 April 2025
spot_imgspot_img

Bupati Garut Imbau Pengendara Manfaatkan Rest Area

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin meninjau langsung kondisi lalu lintas Arus Balik Idul Fitri 1446 Hijriah di Pos Pengamanan Kadungora.

Berdasarkan hasil tinjauannya, arus lalu lintas dari kota hingga Pos Pam Kadungora masih terkendali dan belum memasuki puncak arus balik.

BACA JUGA:

Ahmad Bajuri: Mari Sukseskan Program Bupati/Wakil Bupati Garut

Bupati Garut mengapresiasi jajaran kepolisian yang sudah responsif untuk mengurai arus lalu lintas. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Terima kasih jajaran Polres yang sudah sigap menghadapi arus balik lebaran 1446 H. Ini sangat baik Mudah-mudahan ke depan tidak  ada hambatan,” kata Bupati Garut.

Syakur mengatakan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu-Minggu (5-6/4/2025). Karena para pemudik khususnya yang bekerja di pekantoran akan kembali bekerja pada hari Selasa (8/4/2025).

Pihaknya mengimbau kepada pengendara baik yang sedang melakukan perjalanan arus balik maupun yang akan berwisata ke Kabupaten Garut agar mengikuti arahan petugas di lapangan.

BACA JUGA:

Wabup Garut: Stok Bahan Pokok di Pasar Limbangan Aman

Tak hanya itu, kondisi fisik pengemudi dan kendaraan yang digunakan juga harus tetap diperhatikan. Dengan begitu, perjalanan arus balik maupun wisata bisa berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Jika capek maka istirahatlah di beberapa tempat rest area yang kami siapkan. Sehingga teman-teman warga baik yang mudik ataupun arus balik juga nanti dan juga berwisata ke Garut juga bisa (melakukan perjalanan dengan) selamat,” pungkas Bupati.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bupati Garut memimpin Apel Kesiapsiagaan Satgas Pemberantasan Premanisme di Lapangan Setda, Kamis (27/3/2025).

Tujuannya, untuk memperkuat upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Garut. Terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Bupati mengapresiasi langkah-langkah Pemprov Jabar dalam menciptakan kondisi yang kondusif di berbagai daerah.

Dia menegaskan, pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme penting untuk menjaga wibawa negara serta melindungi masyarakat dari berbagai bentuk aksi premanisme. Seperti geng motor, Ormas yang tidak jelas hingga praktik percaloan tenaga kerja.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru