spot_imgspot_img
Selasa 19 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemprov Jabar dan 27 Kabupaten/Kota Upayakan Stabilitas Harga Jelang Nataru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Upaya menjaga Stabilitas Harga Jelang Nataru, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Hotel Pullman, Bandung, pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Usai acara, Bey menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyamakan pandangan antara pemerintah daerah di seluruh Jawa Barat dan Pemprov Jabar terkait stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga: Jadi Pjs Bupati, Benny Bachtiar Bakal Selesaikan Berbagai Persoalan di Pangandaran

“Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan pandangan dari semua kepala daerah—baik Bupati, Wali Kota, dan Pemprov Jabar—untuk memastikan stabilitas harga, terutama menjelang Natal dan tahun baru,” ujar Bey Machmudin.

Langkah Untuk Menjaga Stabilitas Harga Jelang Nataru

Bekerja sama dengan 27 kabupaten/kota melalui TPID dan TP2DD, Pemprov Jabar berupaya menjaga inflasi tetap terkendali. Salah satu langkahnya adalah memastikan ketersediaan stok beras dan bahan pangan lainnya di berbagai daerah.

Stok bahan pangan dari daerah yang surplus akan didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Dengan cara ini, kekurangan stok yang dapat memicu kenaikan harga di daerah-daerah tertentu bisa dihindari.

“TPID akan terus memantau setiap daerah agar tidak kekurangan atau kehabisan stok,” tambahnya.

Persentasi Inflasi Jabar Tahun 2024

Bey juga mengungkapkan bahwa pada Juli 2024, inflasi year on year (y-on-y) di Jawa Barat tercatat sebesar 2,25 persen. Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) untuk Juli 2024 mencapai 0,06 persen. Kemudian inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 1,16 persen.

Meskipun inflasi tahunan di Jawa Barat sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 2,13 persen, Bey memastikan bahwa angka tersebut masih berada di bawah target.

“Kami menjaga betul agar inflasi tetap terkendali, dan hingga Juli, inflasi masih sesuai target,” jelas Bey.

Ia juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap stok beras dan pengelolaan perdagangan antar daerah. Serta penggunaan pompa air untuk memastikan panen padi tetap optimal di tahun ini.

“Kami telah menerima 7.000 pompa dari Kementerian Pertanian. Beberapa daerah yang awalnya memiliki musim tanam di bulan Oktober akan maju ke bulan Agustus. Insyaallah, kita masih bisa mendapatkan satu kali panen lagi di akhir tahun ini. Jadi panennya tidak akan tertunda hingga 2025,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, berharap agenda ini dapat menjadi langkah bersama. Tentunya untuk menjaga inflasi sesuai target. Tren inflasi 2024 sendiri menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada di angka 2,48 persen.

Nur juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi sebagai cara untuk meningkatkan indeks pengendalian inflasi, terutama dalam mendukung pembangunan di Jawa Barat.

“Dengan adanya digitalisasi dan elektronifikasi, harapannya Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) semakin membaik. Sehingga dapat mendukung pembangunan yang lebih efisien dan mendorong potensi-potensi yang ada di Jawa Barat,” kata Nur.

(Humas Jabar/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru