TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya mengklaim telah sukses mewujudkan soliditas partai mulai dari tingkat ranting di 351 desa, DPC di 39 kecamatan hingga DPD.
Soliditas PAN di Kabupaten Tasikmalaya itu secara politis dinilai sebagai kekuatan besar untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.
“Kami terus memperkokoh soliditas struktur partai. Ini upaya kami yang salah satunya adalah memenangkan Pemilu mendatang,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya Asep Zulfikri seusai penutupan rangkaian musyawarah ranting di Hotel Dewi Asri, Singaparna, Minggu (2/3/2022).
Dalam memperkokoh struktur partai sampai ke lapisan masyarakat paling bawah, kata dia, DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya secara massif menggelar musyawarah ranting, sehingga terbentuk sebanyak 351 ranting.

Dengan terbangunnya soliditas pengurus serta kesadaran pentingnya politik, kata Asep, PAN memiliki target politik ke depan, baik target minimal maupun target maksimal.
“Target minimalnya kami ingin meraih tujuh kursi untuk DPRD Kabupaten Tasikmalaya atau satu kursi per daerah pemilihan (Dapil). Target maksimalnya adalah memenangkan Pemilu,” kata Asep.
Di setiap ranting, PAN sudah memiliki lima orang pengurus, artinya ada 1.755 orang untuk 351 desa se-Kabupaten Tasikmalaya. Kekuatan penggerak ini belum termasuk tenaga simpatisan dan relawan, serta saksi PAN di setiap TPS.
PAN Pertegas Pentingnya Berpolitik
Pada momen penutupan musyawah ranting ini, kata Asep, pihaknya mempertegas kembali pentingnya berpolitik. Berpolitik dapat menghantarkan pada otoritas, sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan.
“PAN akan terus bekerja dan bergerak agar politik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab pada hakikatnya politik itu mengajarkan bagaimana bisa memberikan manfaatan dan maslahat untuk masyarakat,” kata dia.
Asep mengungkapkan, dalam kehidupan sosial banyak orang yang membutuhkan bantuan. Seperti petani yang ingin meningkatkan hasil produksinya, pedagang yang ingin untung, buruh yang ingin sejahtera, dan lain sebagainya.
Politik bisa membantu menyelesaikan problematika sosial, seperti persoalan minyak goreng yang langka.
“Maka dengan politik kebijakanlah persoalan tersebut sejatinya mudah terselesaikan,” kata Asep.
(Farhan/LIN)



