PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: KWT Dahlia Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jabar terbilang cukup inovatif dan kreatif. Yakni pembuatan keripik yang berbahan baku pelepah atau bonggol pohon pisang.
Ketua KWT Dahlia, Atik mengatakan, kelompoknya berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, Kecamatan juga Patriot desa dari Provinsi yang sedang bertugas sesuai dengan program Gubernur Jabar Ridwan Kamil perihal peningkatan ekonomi kreatif.
“Untuk pengolahannya tidak rumit, setelah pengambilan dari pohon lalu diiris dan direndam selama 24 jam dengan menggunakan kapur sirih. Setelah proses itu, selanjutnya dilakukan penggorengan dengan dicampur tepung kering,” ungkapnya, Senin (9/11/2020).
BACA JUGA: Melawan Covid-19, Dua Srikandi Banjar Blusukan ke Pasar
Atik menuturkan, pihaknya baru satu minggu memproduksi keripik berbahan baku bonggol pisang. Bahan baku yang digunakan pisang kapokan atau yang sering dikenal dengan pisang kepok.
“Keripik debong pisang ini masih dikonsumsi oleh anggota kelompok saja belum sampai penjualan. Kami berharap ke depannya keripik debong pisang ini bisa dijual ke pasaran,” kata Ketua KWT Dahlia.
Menurut Atik, pihak pemerintah Kecamatan Kalipucang mendorong KWT Dahlia agar selalu berinovasi dengan membuat olahan – olahan makanan ringan. Salah satunya pengolahan keripik debong pisang.
“Alhamdulillah, Kami mendapat support dari Pemerintah Kecamatan Kalipucang dalam berinovasi mengolah limbah pisang jadi makanan yang unik,” akunya.
Camat Kalipucang, Nana Sukarna, mengatakan, untuk di wilayahnya bekerjasama dengan Balai Pelatihan Pertanian (BPP).
“Saat ini sudah terbentuk 29 KWT dan sudah masuk ke dalam Sistem Informasi Ketenagaan Penyuluhan Pertanian (Simluh), adapun memang ini menjadi virus yang baik terhadap desa – desa yang lainnya untuk berlomba-lomba membentuk KWT,” katanya
Pembentukan KWT untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terutama kaum ibu-ibu. Selain itu, dia berharap kreativitas dan inovasi lain ke depan bisa muncul.
“Ada nilai ekonomis dan meningkatkan perekonomian warga khususnya ibu – ibu,” pungkasnya.
(Agus/Bambang)



