spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img

Muscab PHRI Garut Segera Digelar

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Garut, Jawa Barat, Tanto Sudianto Rieza mengatakan, kepengurusan periode 2016-2020 telah berakhir lima bulan yang lalu.

Menurut Tanto, kini pihaknya tengah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk melakukan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih Ketua DPC PHRI 2020-2024.

Baca Juga: Soal Djoko Tjandra, KPK Belum Terima Undangan Resmi Polri

“Saat ini Kami tengah fokus persiapan Muscab ,” kata Tanto, Selasa (11/8/2020).

Dia berharap, para kandidat calon Ketua Muscab berkompetisi secara sehat dan demokratis. Terlebih, saat ini sudah mulai dibicarakan sejumlah kalangan terkait kriteria Ketua yang ideal memimpin PHRI 4 tahun ke depan.

“Itu hal bisa sebagai dinamika menjelang Muscab,” kata tanto.

Tanto menambahkan, eksistensi PHRI di tengah Corona Virus Disease (Covid-19) sangat penting. Oleh karena itu, Muscab harus segera digelar agar tidak terjadi kekosongan kebijakan yang berdampak pada pelayanan anggotanya. Terutama sektor Hotel dan Restoran sebagai aspek yang kena dampak cukup berat.

Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Garut, Tika Rudiana mengatakan, virus Corona berdampak hebat terhadap para pengusaha hotel dan restoran. Bagaimana tidak, omzet terjun bebas menembus angka 90 persen.

“Hotel dan Restoran merumahkan karyawan. Bahkan, sejumlah hotel tutup. Itu semua dampak dari menurunnya omzet yang menembus level 90 persen,” kata Tika.

Menurut Tika, Muscab membawa angin segar untuk menjembatani permasalahan yang kini tengah dihadapi anggota PHRI. Terutama dukungan pemulihan usaha ditengah berjalannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal yang sangat memerlukan dukungan regulasi Pemerintah Daerah (Pemda).

“Saya harap, pelaksanaan Muscab tidak molor. Siapapun nanti yang terpilih, Kami akan mendukungnya,” kata Tika.

Sementara tokoh pariwisata Garut, Ato Hermanto mengatakan, PHRI adalah organisasi yang memiliki concern (perhatian) terhadap keberlangsungan dunia usaha hotel dan restoran. Termasuk kafe dan kedai yang menjamur saat ini.

PHRI sambung dia, harus membawa perubahan yang mendasar pada perkembangan dan pembangunan pariwisata. Pasalnya, geliat pertumbuhan usaha tersebut ruhnya terletak pada kemajuan pariwisata.

Untuk itu dia berharap, Ketua dan rengrengan pengurus PHRI ke depan dapat menjalin sinergisitas  dengan semua pihak. Terutama potensi-potensi SDM unggul sehingga dapat memberikan arah yang jelas pada kemajuan organisasi serta kemajuan menjalankan peran kemitraan dalam capaian yang nyata.

(Tisna Wibawa/Bambang)

spot_img

Berita Terbaru