spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dampak Covid-19, Karyawan Perusahaan ini Banting Setir

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Dirumahkan dari perusahaan tempat bekerja akibat dampak virus corona (Covid-19), Suhendar warga Dusun Cipicung Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat banting setir dan memilih untuk beternak burung murai.

Meski harus mengeluarkan kocek yang lumayan cukup besar dirinya ingin menggeluti profesi beternak burung murai. Menurut Suhendar, untuk modal awal beternak burung murai dirinya sudah mengeluarkan kocek kurang lebihnya sekitar Rp 10 juta.

“Modalnya sekitar 10 juta kandang dua lokal dan burung murai satu jodo,” kata pria yang akrab disapa Kendew saat ditemui dirumahnya Minggu (19/4/2020).

Baca juga: HUT ke-90 PSSI, Umuh Tak Agendakan Ziarah ke Makam Soeratin

Suhendar mengatakan, modal untuk beternak burung murai itu merupakan buah hasil dari dirinya bekerja di salah satu parusahaan besar diwilayah Tanggerang Selatan, hingga sebelum terjadi pandemi Covid-19. Dia mengaku, belajar beternak burung murai itu dari video di Yotube. Namun meski hanya belajar dari video di yotube dia mengaku optimis.

“Uang untuk modalnya itu dari gaji yang saya tabung setiap bulannya sisa makan dan kebutuhan hidup selama saya di Tangerang,” kata Suhendar.

Suhendar menuturkan, bangunan yang digunakan untuk kandang beternak burung itu merupakan bekas gudang. Dia memanfaatkan pasilitas yang ada di rumahnya itu demi masa depan dan didukung oleh kedua orang tuanya. Meski masih berstatus lajang Suhendar tidak pesimis ketika dirumahkan dari perusahannya.

“Bangunan itu bekas gudang. Alhamdulillah orang tua juga mendukung,” ujarnya.

Dia berharap, dari beternak burung murai nantinya membuahkan hasil dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain itu, dari beternak burung murai yang dirinya lihat di video yotube banyak yang berhasil dan sukses. Untuk merawat ternak burung murai lanjutnya, terbilang lebih gampang. Selain itu harga jual burung murai juga terbilang mahal meski belum bisa berkicau. “Mudah – mudahan berhasil dan sukses,” ucap dia. 

Suhendar pun berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir karena berdampak sekali kepada masyarakat terutama pada sektor perekonomian. Selain di kota – kota besar, akibat pandemi Covid-19, masyarakat di pedesaan juga sudah mulai menjerit meski masih memiliki stok beras hasil dari bertani.

“Dampak dari Covid-19 ini menyasar semua sektor terutama sektor ekonomi. Saya berharap ini segera berakhir,” pungkasnya.

(Agus/As)

spot_img

Berita Terbaru