spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Tasik: Penanganan Anak Punk Harus Serius

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Penanganan anak punk sejak dini harus ditangani secara serius dan konprehensif agar tidak menjadi masalah sosial yang lebih serius di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman dalam Rakor Penanggulangan dan Penanganan Anak Punk bertempat di Aula Kodim 0612 Tasikmalaya, Jalan Otto Iskandardinata Nomor 11, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (07/2/2020).

Anak punk kata dia, kerap meresahkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Anak punk ini kan nomaden, berpindah-pindah tidak jelas dan liar. Mereka sepertinya tidak ada aturan, bebas berbuat semaunya dan bergaul bebas, free seks dan lainnya,” ungkap Wali Kota.

Menurut dia, mengatasi permasalahan anak punk butuh dukungan semua pihak untuk mencari pola penanganan dan solusinya agar tidak semakin menjamur.

“Perlu pola pendekatan nilai-nilai keagamaan, pelatihan-pelatihan kewirausahaan, pembinaan wawasan kebangsaan, pengenalan kesehatan sehingga mereka nantinya bisa hidup normal lagi,” ucap Budiman. 

“Mereka ini berlatarbelakang yang berbeda. Ada keluarga brokenhome, faktor kemiskinan, gaya hidup, frustasi sehingga perlu pola terapi yang tepat untuk menanganinya,” sambung dia. 

Dandim 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana menjelaskan, pola penanganan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi perilaku anak punk ke arah yang lebih baik.

“Rakor ini sebagai sinergitas semua pihak untuk mencari solusi penanganannya. Kita semua komitmen untuk bergerak mengajak anak-anak punk ini bisa moveon, hijrah ke prilaku lebih baik dan lebih bermoral,” ungkap Dandim.

Menurutnya, dengan sinergitas semua elemen masyarakat dalam menangani permasalahan anak punk, ke depannya mereka akan sadar dan insyaf sehingga meninggalkan genknya dan kembali ke kehidupan yang normal.

“Perlu dibangun rasa percaya diri terhadap mereka bahwa mereka masih bisa berdaya guna, bisa berbuat dan berprilaku lebih baik sehingga mereka akan bermanfaat bagi masyarakat, tidak lagi menjadi sampah masyarakat namun menjadi manusia yang memberikan manfaat,” ujarnya.

Dandim pun berharap, penanganan anak punk tidak hanya dalam bentuk pembinaan dan pelatihan, tapi yang lebih penting adanya ketersediaan anggaran dari Pemda. Pasalnya, penanganan tidak hanya parsial tapi secara kontinyu sampai benar-benar hijrah ke arah lebih baik.

(Seda/Bam’s)

spot_img

Berita Terbaru