spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dua Minggu Disekap, Warga Tasik Ini Berhasil Ditemukan BNP2TKI Jabar

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Warga Kampung Negla, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Susi Susilawati (25) terduga korban perdagangan manusia (trafficking) penyalur tenaga kerja ilegal, berhasil ditemukan dan dipulangkan ke rumahnya.

Sebelumnya, Susi disekap selama dua minggu di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi  Jawa Barat.

Suami Susi, Epul Saepul melaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, Selasa (15/1/2019) lalu. Selanjutnya, Disnaker berkoordinasi dengan pihak Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Wilayah Jawa Barat.

Selang sehari, Rabu (16/1/2019) BNP2TKI Jawa Barat berhasil melacak keberadaan korban.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rachmat Mahmuda mengatakan, pihak BNP2TKI membawa  korban ke kantor mereka. Selanjutnya, kita jemput korban ke Bandung.

” Kemarin pagi kita jemput korban ke Bandung dan mengantar pulang ke ke Kampung Negla, Cibeureum Kota Tasikmalaya,” ungkap Mahmuda, Jumat (18/1/2019).

” Alhamdulillah, berkat koordinasi dengan BNP2TKI, warga kita yang diduga korban trafficking berhasil ditemukan dan dipulangkan. Pemerintah merespon dan bertanggungjawab untuk membantu warga yang mengalami masalah,” sambung dia.

Sementara itu, Susi Susilawati mengaku sangat bersyukur atas respon cepat dari Disnaker yang bergerak cepat melakukan penelusuran.

” Terima kasih banyak kepada Pemkot Tasikmalaya yang telah membantu, menyelamatkan dan memulangkan saya. Jika tidak, mungkin saya jadi orang yang sangat rugi,” ujar Susi.

Sementara Kepler Sianturi, tim Advokasi yang mendampingi korban mengungkapkan rasa bangga atas kinerja pihak Disnaker Kota Tasikmalaya yang mampu menyelamatkan korban dari trafficking serta memulangkannya.

Pihaknya berharap, ke depan tidak ada lagi terjadi kasus-kasus seperti ini.

” Permasalahan dan kasus ini harus diusut tuntas. Telusuri oknum-oknum petugas penyalur tenaga kerja ilegal, supaya tidak ada lagi korban-korban berikutnya seperti yang dialami Susi,” singkatnya.

(Seda/Bam’s)

spot_img

Berita Terbaru