spot_img
Sabtu 7 Februari 2026
spot_img

Aneh, Atlet Karate ‎Eks PON XIX tidak Didaftarkan Tuan Rumah Porda XIII 

BOGOR, FOKUSJabar.id :  Atlet Karate asal Kabupaten Bogor yang sebelumnya membela Jabar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016, Guntur Wicaksono terancam batal berlaga di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jabar yang digelar di Kabupaten Bogor.
Foto Ageng
Nama Guntur Wicaksono tidak masuk dalam daftar tim Karate Kabupaten Bogor untuk Porda XIII Jabar.
‎Kepada FOKUSJabar, Guntur mengaku tidak mengetahui terkait tidak didaftarkannya dia sebagai bagian tim Karate Kabupaten Bogor. Sebagai seorang atlet, dirinya hanya fokus melakukan latihan karena sebelumnya sudah dijanjikan masuk sebagai bagian tim karate Kabupaten Bogor untuk Porda XIII Jabar.
” Saya baru mengetahui tidak masuk dalam daftar nama tim karate Kabupaten Bogor ‎saat pra technical meeting yang dilaksanakan di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, pada akhir September 2018 lalu. Tapi beberapa pengurus FORKI Kabupaten Bandung menjanjikan jika nama saya sudah aman dan akan kembali dirapatkan di awal Oktober 2018,” ujar Guntur di Apartement Bogor Valley, Jalan Baru Kota Bogor, Selasa (9/10/2018).
Namun janji yang diungkapkan pengurus FORKI Kabupaten Bogor, diakui Guntur, hanya harapan palsu. Alih-alih mendapatkan apa yang dijanjikan, Guntur justru mendapatkan surat dari Pengcab FORKI Kabupaten Bogor dengan nomor 99/FORKI-KBGR/XI/18 tertanggal 05 Oktober 2018 dan ditandatangani Ketua Pengcab FORKI Kabupaten Bogor, H. Alek Purnama Johan dan bercap basah.
Surat tersebut menegaskan jika Guntur Wicaksono diperbolehkan untuk memperkuat kontingen kabupaten/kota lain pada saat Porda XIII Jabar tahun 2018.
“Tapi surat sendiri tertanggal 5 Oktober dan itu tidak memungkinkan terkecuali saya membela Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah karena bisa mendaftarkan atlet di sisa terakhir. Kalau membela kota atau kabupaten lain, harus melalui babak kualifikasi yang sudah digelar sejak lama dan saat babak kualifikasi, saya sudah dijanjikan oleh Kabupaten Bogor‎,” terangnya.
‎Guntur mengaku, dirinya tidak tahu menahu terkait alasan tidak didaftarkannya dirinya dalam tim Karate Kabupaten Bogor. Namun sebelumnya, dirinya diminta untuk turun kelas karena di kelasnya yakni +82 kg terdapat atlet yang notabene merupakan salah seorang anak dari pengurus FORKI Kabupaten Bogor.
“Saya tidak bisa untuk turun kelas ke -82 kg karena sudah memiliki poin di kelas +82‎. Kalau pun memang ada atlet lain di kelas +82, saya sudah minta dilaksanakan seleksi. Tapi mereka (Pengurus FORKI Kabupaten Bogor) sendiri yang tidak mau. Kalau seperti ini, saya merasa didholimi karena bermain di Porda ini bukan hanya untuk Kabupaten Bogor tapi ingin memberikan prestasi juga bagi Jabar di PON XX nanti di Papua,” tegasnya.
‎Guntur Wicaksono sendiri merupakan peraih medali perak pada Porda XII tahun 2014 lalu bagi Kabupaten Bogor. Melalui prestasi tersebut, Guntur pun masuk dalam tim karate PON XIX Jabar tahun 2018 dan bermain di nomor kumite kelas -82 kg putra.
Selain itu, beberapa prestasi pun diraih Guntur Wicaksono di tahun 2018. Diantaranya juara pertama di Piala Panglima TNI 2018 dan juara pertama pada Kejuaraan Nasional Inkanas 2018.
Sementara pertandingan cabang olahraga karate Porda XIII Jabar‎ akan digelar pada 11-15 Oktober 2018 di Padepokan Bola Voli Sentul Kabupaten Bogor. Cabang olahraga karate akan mempertandingkan sebanyak 17 nomor pertandingan baik di nomor kata maupun kumite di putra dan putri.
(ageng/bam’s)
spot_img

Berita Terbaru