spot_img
Minggu 8 Februari 2026
spot_img

Atlet Asal Jabar Raih Emas Pertama Asian Games, Pengprov TI Bersyukur

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kontingen Indonesia berhasil meraih medali emas pertama dari cabang olahraga taekwondo melalui nomor individu poomsae putri. Dan medali emas pertama bagi Indonesia disumbangkan atlet taekwondo putri asal Jawa Barat, Defia Rosmaniar.

Keberhasilan atlet kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 tersebut meraih medali emas di ajang Asian Games XVIII/2018, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga Jabar. Khususnya jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat.

“Keberhasilan Defia merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita. Ini berkat dukungan semua masyarakat Jabar, jajaran pelatih dan pengurus, KONI Jabar, hingga pemerintah provinsi Jabar. Kami secara khusus mengucapkan selamat bagi Defia atas perjuangan dan kerja kerasnya dengan meraih medali emas Asian Games pertamanya,” ujar Sekretaris Umum Pengprov TI Jabar, Divie saat dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu (19/8/2018).

Meski merupakan ajang Asian Games pertama bagi Defia, Divie dan jajaran pengurus TI jabar sudah punya keyakinan jika atlet peraih dua medali emas bagi Jabar di PON XIX tahun 2016 lalu ini akan berhasil meraih medali emas di Asian Games XVIII. Hal ini berdasarkan pada kemampuan teknik dan mental dari Defia yang sudah cukup teruji.

“Jadi kunci kemenangan Defia itu ya di teknik dan mental yang baik karena nomor poomsae saat ini lebih sulit teknik serta gerakannya dibanding nomor poomsae sebelumnya. Sebelumnya, Defia juga kan mendapat medali emas di nomor indvidu poomsae putri pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2018 di Ho Chi Minh, Vietnam, pada 24–28 Mei 2018 lalu. Dan dua medali emas saat PON XIX lalu, dia sumbangkan dari nomor individu poomsae putri dan team poomsae putri bersama Kevita Deliza Rizkia dan Muttaqoh Khoirun Nisa,” terangnya.

Divie menuturkan, sejak dari tahap seleksi, persiapan hingga pertandingan, pihaknya beserta pengurus lain terus melakukan pemantauan terhadap para atletnya. Pasalnya, Jabar mampu menyumbangkan sebanyak empat atlet dari total 18 atlet yang disiapkan menghadapi Asian Games XVIII.

“Selain Defia, di nomor poomsae masih ada atlet Jabar yakni Maulana Haidir. Lalu di nomor kyorugi, ada dua atlet Jabar yakni Dinggo Ardian Prayogo yang akan bertanding di kelas Under 80 kg putra serta Dhean Titania Fajrin yang akan bertanding di kelas under 49 kg putri. Sebenarnya kita sumbang satu atlet lagi di poomsae putra dan merupakan target medali emas yakni M Alfi Kusumah, hanya sayang dia mengalami cedera hamstring,” tuturnya.

Divie menambahkan, jajaran pengurus yang akan langsung dipimpin Ketua Pengprov TI Jabar, Benny R Gautama, rencananya akan menyaksikan dan mendukung langsung perjuangan atlet di venue Taekwondo Asian Games XVIII, Jakarta Convention Center. Bahkan secara khusus, Ketua Pengprov TI Jabar, Benny R Gautama akan memberikan bonus bagi peraih medali emas pertama Indonesia di Asian Games XVIII, Defia Rosmaniar serta suntikan motivasi bagi atlet lain yang akan berlaga.

“Rencananya, pada Selasa (21/8/2018) ini, Ketua (Benny R Gautama) akan menyaksikan langsung laga Taekwondo Asian Games XVIII di Jakarta. Sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi atlet taekwondo asal Jabar. Beliau (Benny R Gautama) sangat bangga dan antusias untuk bertemu para atlet. Kalau soal bonus, nanti saja langsung tanya ke beliau (Benny R Gautama),” pungkas Divie.

Seperti diketahui, atlet taekwondo Defia Rosmaniar menyumbang emas pertama untuk kontingen Indonesia di Asian Games XVIII/2018 setelah menjadi yang terbaik di nomor indvidu poomsae putri. Pada laga final di Jakarta Convention Center, Minggu (19/8/2018), Defia sukses mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan dengan skor 8.690 – 8.470.

Sebelumnya, di babak 16 besar, Defia menyingkirkan Wong Kai Yu dari Hongkong lalu mengalahkan wakil Vietnam, Tuyet Van Chau di perempat final. Di babak semifinal, Defia bertemu wakil Korea, Jihye Yun dan menang dengan skor 8.520 – 8.400.

(ageng/dar)

spot_img

Berita Terbaru