BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah strategis ini menjadi salah satu cara jitu untuk mempertahankan supremasi prestasi taekwondo Jabar di level nasional.
Sebagai upaya nyata, TI Jabar menggelar Diklat Penguji Daerah Angkatan I Tahun 2026. Agenda penting ini berlangsung di Maja House, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mulai 17 hingga 18 Juli 2026.
Baca Juga: Akademi Persib Cimahi Lolos 8 Besar Gothia Cup 2026
Ketua Umum Pengprov TI Jabar, Divie, menjelaskan bahwa diklat ini merupakan pemenuhan syarat dari PBTI terkait sertifikasi penguji. Selain itu, forum ini menjadi sarana penting untuk mensosialisasikan mekanisme terbaru ujian kenaikan tingkat serta peraturan organisasi.
“Selain untuk meningkatkan kualitas SDM taekwondo Jabar, diklat ini pun menjadi salah satu hal yang diminta PBTI yakni terkait sertifikasi penguji. Sekaligus mensosialisasikan terkait beberapa mekanisme ujian kenaikan tingkat terbaru serta peraturan organisasi,” katanya, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai peran penguji di tingkat daerah atau pengurus cabang (pengcab) kota dan kabupaten memegang andil yang sangat krusial. Para penguji daerah ini berfungsi sebagai penyaring awal yang menentukan peningkatan kualitas atlet, pelatih, hingga SDM taekwondo lainnya.
Mayoritas Penguji Pemegang Sabuk Hitam yang Aktif
Ia menambahkan bahwa mayoritas penguji merupakan pemegang sabuk hitam yang aktif sebagai pengurus kota/kabupaten atau melatih di unit-unit latihan lokal. Oleh karena itu, keberhasilan prestasi taekwondo di level Jawa Barat berakar kuat dari kontribusi nyata mereka di daerah.
“Rata-rata, para penguji ini merupakan pemegang sabuk hitam sekaligus pengurus TI kota/kabupaten atau pelatih di unit latihan taekwondo di kota dan kabupaten. Jadi keberhasilan prestasi di level Jabar ini tidak terlepas dari peran mereka di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Syarif, menuturkan bahwa diklat perdana di tahun 2026 ini sukses mengumpulkan 160 peserta. Ratusan peserta tersebut datang sebagai perwakilan dari 24 Pengcab TI kota/kabupaten di seluruh wilayah Jawa Barat.
Syarif menjelaskan bahwa para peserta merupakan pemegang sabuk hitam minimal tingkatan DAN III, yang sudah memiliki hak untuk menguji dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Lewat diklat ini, panitia ingin mendongkrak kualitas dan profesionalisme para penguji daerah secara masif.
“Para peserta merupakan pemegang sabuk hitam, minimal DAN III, yang berhak untuk menjadi penguji pada Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kualitas dan profesionalitas para penguji di daerah,” kata Syarif.
Penyegaran Lisensi Para Penguji TEknis
Syarif juga menambahkan bahwa program Pengprov TI Jabar ini bertujuan untuk mencetak sekaligus menyegarkan kembali lisensi para penguji teknis. Hasil akhirnya, para penguji akan memiliki keseragaman standar penilaian, kompetensi teknis, serta pemahaman operasional yang sesuai dengan aturan induk organisasi.
Selama kegiatan ini, para peserta menyerap berbagai materi penting, mulai dari teori filosofi gerakan hingga praktik tata cara penilaian yang objektif dan terstandarisasi. Demi menjaga mutu, pengprov tidak hanya menurunkan pemateri internal, melainkan juga mendatangkan langsung perwakilan Kukkiwon (Markas Besar Taekwondo Dunia) Indonesia.
“Para peserta akan mendapatkan materi-materi terkait teori filosofi gerakan hingga praktik tata cara penilaian yang objektif dan terstandarisasi. Pemateri pun tidak hanya dari pengprov TI Jabar tapi juga kami hadirkan perwakilan Kukkiwon (Markas Besar Taekwondo Dunia) Indonesia,” pungkas Syarif.
(Ageng)



