CIAMIS, FOKUSJabar.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mengajak masyarakat untuk memberikan jawaban yang jujur dan akurat kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah melakukan pendataan.
Ketua Humas BPS Ciamis, Ilham Teguh Purnomo mengatakan, kualitas hasil sensus sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan kondisi sebenarnya saat wawancara berlangsung.
BACA JUGA:
Kontingen Ciamis Bikin Bangga, Delapan Medali Sudah Diamankan di PORSENITAS XIII 2026
“Kami berharap masyarakat memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi yang ada. Data yang akurat akan menghasilkan gambaran ekonomi yang akurat pula,” ujarnya di Kantor BPS Kabupaten Ciamis.
Ia menjelaskan, petugas sensus akan menanyakan berbagai informasi terkait kondisi sosial ekonomi keluarga. Termasuk kepemilikan aset, kegiatan usaha, omzet, biaya produksi hingga jumlah tenaga kerja bagi pelaku usaha.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh informasi yang di berikan di jamin kerahasiaannya oleh negara dan tidak akan di publikasikan secara individu.
“Data BPS tidak pernah memberikan data perorangan atau by name by address. Yang di publikasikan hanya data statistik dalam bentuk angka agregat,” tegas Ilham.
Ia juga meluruskan anggapan data sensus berkaitan dengan perpajakan. Menurutnya, BPS memiliki tugas dan fungsi berbeda dengan instansi perpajakan. Sehingga data yang di kumpulkan di gunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan.
Dalam pelaksanaan pendataan, petugas telah di bekali pelatihan agar mampu melakukan pendekatan yang baik kepada responden. Petugas juga di lengkapi rompi, tanda pengenal, surat tugas serta barcode yang dapat di periksa masyarakat untuk memastikan keabsahan identitas mereka.
Menurut Ilham, pada Sensus Ekonomi 2026, seluruh bangunan dan rumah tangga akan di catat. Pendataan mencakup tiga komponen utama. Yakni sektor pertanian, kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kegiatan usaha atau UMKM.
Melalui pendataan tersebut, pemerintah dapat mengetahui jumlah usaha yang berkembang, kondisi ekonomi rumah tangga, potensi sektor unggulan hingga persebaran aktivitas ekonomi di setiap wilayah.
BACA JUGA:
BKMM Ciamis Gelar Khitanan Massal dan Bedah Rumah Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
“Kalau bukan melalui sensus, akan sulit mendapatkan gambaran utuh kondisi perekonomian daerah. Data ini menjadi dasar dalam merancang program pembangunan, bantuan hingga kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” katanya.
Selain mendata rumah tangga, petugas juga melakukan pencatatan terhadap berbagai jenis bangunan. Mulai dari rumah tinggal, bangunan campuran rumah dan usaha, bangunan khusus usaha hingga bangunan bukan tempat tinggal seperti kantor, masjid, pos ronda dan fasilitas lainnya.
Ilham menambahkan, data yang jujur dan lengkap sangat penting karena menjadi dasar pemerintah dalam menilai kondisi ekonomi daerah, menentukan arah pembangunan hingga menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Semakin akurat data yang di berikan masyarakat, semakin tepat pula kebijakan yang dapat di rumuskan pemerintah untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dengan data tersebut, pemerintah dapat melihat posisi dan perkembangan ekonomi Ciamis di bandingkan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat maupun tingkat nasional.
“Sensus ekonomi bukan sekadar pendataan. Tetapi menjadi pijakan untuk melihat arah perkembangan ekonomi daerah dalam sepuluh tahun ke depan,” tegasnya.
BPS mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
“Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan apa adanya. Data yang akurat akan bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Ciamis di masa depan,” pungkasnya.
(Mia)



