spot_imgspot_img
Rabu 24 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sumedang Siap jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Jawa Barat

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Kabupaten Sumedang di nilai memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Berbagai potensi yang di miliki daerah tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

BACA JUGA:

Gaya Hidup Sehat Bupati Garut dan Sumedang West Java Extreme Walk 60K

Sejumlah faktor strategis menjadi kekuatan utama Sumedang dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Tidak hanya mengandalkan posisi geografis yang menguntungkan, daerah ini juga memperkuat pembangunan melalui pelestarian budaya serta penerapan teknologi digital di berbagai sektor pemerintahan.

Ketiga aspek tersebut di yakini mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Sumedang sebagai daerah yang maju secara ekonomi tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai lokal yang telah mengakar di masyarakat.

Bupati Sumedang, Dony menyampaikan bahwa terdapat tiga kekuatan utama yang menjadi modal pembangunan daerah. Yakni posisi wilayah yang strategis, kekayaan budaya Sunda yang tetap terjaga serta transformasi digital yang terus di kembangkan secara konsisten.

Dari sisi kewilayahan, Kabupaten Sumedang merupakan bagian dari kawasan Rebana yang di proyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi metropolitan di Jawa Barat.

Keberadaan Sumedang di kawasan tersebut memberikan peluang besar untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Posisi strategis itu semakin di perkuat oleh pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Selain menjadi wilayah penghubung, Sumedang juga memiliki peran penting dalam konektivitas kawasan industri yang berada di bagian timur Jawa Barat.

Di samping potensi ekonomi, Sumedang juga di kenal memiliki identitas budaya Sunda yang kuat.

Pemerintah daerah terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.

BACA JUGA:

Pemkab Sumedang Tanam Kabel Telekomunikasi di Jatinangor

Komitmen tersebut di perkuat melalui Perda Sumedang Puseur Budaya Sunda. Dengan kebijakan itu, pembangunan tidak hanya di arahkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi semata. Tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Sumedang.

Dalam Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat bertema Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal yang berlangsung di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Dony menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya.

“Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun daerah,” ujar Bupati Sumedang.

Pada sektor digitalisasi, Dony menjelaskan bahwa Sumedang hingga kini masih menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan layanan publik berbasis digital.

Berbagai inovasi yang di kembangkan pemerintah daerah telah menarik perhatian banyak daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 200 kabupaten dan kota dari berbagai wilayah telah melakukan studi banding ke Sumedang untuk mempelajari penerapan teknologi dan inovasi digital yang di jalankan oleh pemerintah daerah.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengembangkan berbagai aplikasi pelayanan publik secara mandiri.

Pengembangan di lakukan dengan memanfaatkan teknologi open source sehingga tidak bergantung pada vendor eksternal.

Dony menilai, digitalisasi memiliki peran yang jauh lebih luas di banding sekadar penggunaan teknologi dalam pelayanan pemerintahan.

Transformasi digital menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi. Tetapi merupakan instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan masyarakat hingga mendorong partisipasi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru