TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pantai Ciheras, Desa Ciheras, kini punya “benteng” baru. Menolak pasrah terhadap ancaman abrasi yang kian mengikis garis pantai, Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO) Universitas Siliwangi Tasikmalaya turun ke jalan atau lebih tepatnya, turun ke pasir pantai.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, mereka menggelar aksi penanaman pohon cemara pantai massal dengan mengusung tema yang sarat makna “Hijaukan Negeri, Selamatkan Generasi.”
Langkah ini bukan sekadar seremoni pelestarian lingkungan biasa, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang menggandeng masyarakat lokal Desa Ciheras serta komunitas Srikandi Sungai Tasikmalaya.
Mengapa Harus Cemara Pantai
Bukan tanpa alasan HIMAGEO Unsil memilih tanaman cemara pantai (Casuarina equisetifolia) sebagai bintang utama dalam aksi ini. Wilayah pesisir Ciheras di kenal rentan terhadap pengikisan akibat hantaman gelombang laut. Di sinilah cemara pantai mengambil peran krusial.
Baca Juga: FOSSMA dan FPP Tasikmalaya Bersatu Selamatkan Marwah Kota Santri dari Krisis Moral
Berikut adalah beberapa manfaat strategis dari vegetasi tangguh ini:
Peredam Abrasi Alami: Akar cemara pantai yang kuat dan mencengkeram mampu mengikat pasir dan tanah, secara efektif mengurangi laju pengikisan pantai.
Benteng Angin (Windbarrier): Karakteristik fisiknya yang rapat berfungsi memecah angin kencang dari laut sebelum mencapai pemukiman warga.
Oase Ekologis: Menjadi rumah baru bagi berbagai fauna pesisir sekaligus mengembalikan keindahan estetika kawasan pantai.
”Aksi ini bukan sekadar formalitas atau kegiatan seremonial di kalender organisasi. Ini adalah langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif. Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang butuh aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Ketua HIMAGEO Unsil Dadang Setia Permana Minggu (7/6/2026).
Dari Sosialisasi Hingga Penyerahan Peta Geografi
HIMAGEO sadar betul bahwa menanam pohon saja tidak cukup jika tidak di barengi dengan perubahan pola pikir. Oleh karena itu, kegiatan ini juga di isi dengan sesi edukasi interaktif mengenai bahaya abrasi.
dan pentingnya menjaga vegetasi pesisir, serta langkah-langkah mitigasi bencana sederhana yang bisa di lakukan sehari-hari oleh warga setempat.
Menariknya, sebagai representasi akademisi geografi, HIMAGEO Unsil memberikan kontribusi ilmiah yang sangat berharga bagi masa depan Desa Ciheras. Mereka menyerahkan Peta Perubahan Garis Pantai Desa Ciheras kepada pemerintah desa.
Manfaat Peta Perubahan Garis Pantai bagi Desa:
Data Valid dan Akurat: Menggambarkan dinamika maju-mundurnya garis pantai dalam beberapa tahun terakhir akibat abrasi.
Bahan Evaluasi Kebijakan: Menjadi acuan bagi pemerintah desa untuk mengambil kebijakan tata ruang pesisir.
Baca Juga: Kisah Pilu 2 Bersaudara di Tasikmalaya Putus Sekolah karena Ekonomi
Dasar Perencanaan Mitigasi: Membantu memetakan wilayah mana saja yang masuk dalam zona merah rawan bencana di masa mendatang.
Investasi Hijau untuk Masa Depan
Melalui sinergi antara mahasiswa, warga Desa Ciheras, pemerintah setempat, dan pegiat lingkungan, kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi krisis iklim.
Setiap bibit cemara pantai yang di tanam di pesisir Ciheras hari ini, serta setiap lembar data spasial yang di bagikan, adalah investasi tak ternilai demi mewujudkan masa depan nusantara yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan untuk generasi yang akan datang.
“Mari bergerak bersama: Hijaukan Negeri, Selamatkan Generasi,” pungkas Dadang Setia Permana.
(Abdul Latif)



