TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan (Yonif TP) 939/Macan Putih melakukan transformasi hijau yang masif di pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, satuan ini sukses mengubah lahan tidur seluas 3 hektar yang sebelumnya berupa semak belukar menjadi kawasan pertanian dan peternakan produktif.
Sebanyak 546 prajurit terlibat langsung dalam mengolah lahan marginal tersebut guna memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Singaparna. Langkah ini membuktikan bahwa pengabdian TNI kini merambah hingga sektor infrastruktur dasar dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Ratusan Guru RA Kota Tasikmalaya Desak Kesetaraan Fasilitas dan Beasiswa Pendidikan
Wakil Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Kapten Inf Edwin Wardianto, menegaskan bahwa kehadiran satuannya merupakan manifestasi perlindungan terhadap keutuhan NKRI sekaligus kemakmuran rakyat.
“Kami mengarahkan kekuatan dan keberanian prajurit untuk memastikan ketahanan pangan lokal tetap kuat,” ujar Kapten Edwin, Senin (13/4/2026).
Satuan Hibrida: Mahir Tempur dan Ahli Tani
Yonif TP 939 beroperasi sebagai satuan hibrida unik di bawah visi Presiden Prabowo Subianto. Struktur organisasinya terbagi menjadi dua fungsi utama:
- Fungsi Pertahanan: Terdiri dari 5 Kompi Senapan sebagai garda terdepan keamanan wilayah.
- Fungsi Pembangunan: Melibatkan 4 Kompi Bantuan yang berisi tenaga spesialis di bidang Kesehatan, Zeni, Peternakan, dan Pertanian.
Struktur ini memungkinkan para prajurit untuk tidak hanya mahir dalam taktik militer, tetapi juga ahli dalam mengolah tanah berbatu menjadi area perikanan dan pertanian yang menghasilkan.
Revitalisasi dan Sinergi Lintas Sektor
Aksi nyata “Macan Putih” juga menyasar pembenahan lingkungan di sekitar pusat pemerintahan. Para prajurit secara bertahap merevitalisasi kawasan danau di bawah Pendopo Kabupaten. Selain itu, mereka memanfaatkan bangunan bekas wisata di pinggiran Sungai Ciwulan secara kreatif sebagai dapur umum yang efisien.
Guna mencapai hasil maksimal, Yonif TP 939 menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi daerah. Mereka menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk pendampingan teknis budidaya, serta Dinas Kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis bagi warga sekitar.
Motor Penggerak Ekonomi Rakyat
Pihak batalyon menargetkan para prajurit mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat melalui konsep kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Kapten Edwin berharap masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi langsung dari pengelolaan lahan tersebut.
Kehadiran Yonif TP 939/Macan Putih di Tasikmalaya menjadi bukti nyata adaptivitas TNI dalam menghadapi tantangan zaman. Mereka tidak hanya bertindak sebagai benteng pertahanan dari ancaman luar, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memerangi kerawanan pangan di tanah air.
(Abdul Latif)



