spot_imgspot_img
Senin 13 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Putus Rantai Kemiskinan, UPI dan Kemensos Jajaki Kerja Sama Bangun Sekolah Rakyat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI memulai langkah strategis untuk mengembangkan “Sekolah Rakyat”. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pemutusan rantai kemiskinan.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, menerima langsung audiensi Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Rico, di Bandung. Kedua belah pihak membahas potensi pengembangan Sekolah Rakyat dengan konsep boarding school yang menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Bandung Siapkan Pasukan Gober

Sekjen Kemensos, Robben Rico, menyoroti data memprihatinkan mengenai sekitar empat juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Pendidikan menjadi faktor kunci untuk meningkatkan mobilitas sosial. Kami berharap Program Sekolah Rakyat mampu menjangkau kelompok tersebut melalui pendekatan yang lebih inklusif,” ujar Robben, Senin (13/4/2026).

Mewujudkan Visi Pendidikan Inklusif

Kemensos memilih menggandeng UPI karena menilai universitas ini sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Indonesia. Robben berharap kerja sama ini melahirkan kesepakatan spesifik, termasuk proyek percontohan (pilot project) hilirisasi di beberapa Sentra Terpadu milik Kemensos.

Rencana kolaborasi ini mencakup beberapa poin krusial, antara lain:

  • Pengembangan Kurikulum: UPI akan membina dan menyesuaikan kurikulum Sekolah Rakyat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Penguatan Tenaga Pengajar: UPI memberikan pelatihan kompetensi pedagogik modern dan pola pikir kewirausahaan bagi para tutor.
  • Jalur Pendidikan Lanjut: Kedua pihak merumuskan beasiswa atau jalur khusus bagi alumni Sekolah Rakyat untuk melanjutkan studi di UPI.
  • Roadmap Kemandirian: Menyusun dokumen strategi jangka panjang mulai dari tahap pendidikan hingga penempatan kerja atau usaha mandiri.

Respons Cepat dan Komitmen UPI

Mewakili pihak kampus, Prof. Agus Setiabudi menyambut baik permintaan dukungan dari Kemensos. Ia menilai ajakan kolaborasi ini menjadi momentum bagi UPI untuk menjawab tantangan nyata di dunia pendidikan, khususnya terkait masalah anak putus sekolah.

UPI menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dari sisi “perangkat lunak” atau software penyelenggaraan pendidikan. Sebagai langkah awal, UPI akan mengirimkan mahasiswa praktikan (P3K) untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga guru di Sekolah Rakyat.

“Kami siap mendukung melalui pengembangan kurikulum dan peningkatan kapasitas pengajar. Dalam waktu dekat, kami akan memulai pembinaan guru serta penataan kurikulum agar program ini segera berjalan,” tegas Prof. Agus.

Melalui sinergi ini, UPI dan Kemensos berharap dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan masa depan yang lebih cerah bagi jutaan anak Indonesia.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru