BANJAR, FOKUSJabar.id: Forum Masyarakat Peduli Rejasari (F-MPR) menggeruduk Kantor Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar Senin (13/4/2026).
Mereka datang ke Kantor Desa Rejasari untuk mempertanyakan perihal adanya dua perangkat desa yang sudah lama tidak masuk kerja. Dua perangkat desa itu merupakan Sekertaris Desa (Sekdes) dan Kasi Kesra.
“Salah satunya yang kami tanyakan soal perangkat desa yang sering tidak masuk kerja,” ungkap Ketua F -MPR Risno pada wartawan.
Baca Juga: Plafon Kantor Kelurahan Muktisari Banjar Jebol, Pelayanan Warga Terganggu
Selain itu, mereka juga menanyakan ketegasan dari Kepala Desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rejasari menyikapi dua perangkat desa yang sering tidak masuk kerja.
“Harusnya ada ketegasan dari Kades. Dua perangkat desa itu kan anak buahnya. Masa di biarkan seenaknya,” kata Risno.
Salah satu tokoh masyarakat Andri Setiawan mendesak agar Kepala Desa dan BPD sebagai perwakilan yang di pilih masyarakat untuk segera mengambil langkah tegas soal dua perangkat desa yang sering gak masuk kerja.
“Kami beri waktu satu minggu. Nanti kita datang lagi kesini apakah ada kejelasan atau tidak baik dari Kades maupun BPD,” tegas Andri.
Lanjut kata Andri, permasalahan di Pemdes Rejasari ini muncul karena tidak adanya keharmonisan di dalam. Dengan demikian, roda pemerintahan yang seharunya berjalan justru ada kendala dan ganjalan.
“Kami melihat tidak adanya keharmonisan sehingga menghambat roda pemerintahan di desa. Jika tidak mampu lebih baik mundur,” tukasnya.
Selesaikan di Internal
Tokoh masyarakat lainnya, Eko juga mengungkapkan hal yang sama. yaitu khawatir dengan seringnya muncul permasalahan nantinya desa bisa di rubah menjadi kelurahan. Dan permasalahan yang muncul itu seharunya bisa segera di selesaikan di internal.
“Yang saya khawatirkan jika Desa ini di rubah menjadi Kelurahan,” ucapnya.
Selain masalah perangkat, kata Eko permasalahan lain yang muncul saat ini soal belum di bayarnya material untuk pekerjaan tahun 2026 oleh Pemdes ke pihak ke 3.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-14, RSU Banjar Patroman Gelar Turnamen E-Sport
Bahkan kata ia, di tahun pekerjaan 2025 Pemdes masih belum membayar untuk sewa motor kepadanya.
“Masalah belum di bayarnya material untuk proyek tahun ini juga sekarang sudah terjadi. Tahun kemarin juga sama,” paparnya.
Kepala Desa Rejasari Ahmad Afrizal Rizki membenarkan dua perangkat desa yang sering tidak masuk kerja. Ia pun akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat baik ke Kecamatan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Banjar.
“Ya benar, saya akan tindaklanjuti keinginan warga,” akunya.
(Agus Purwadi)



