BANJAR,FOKUSJabar.id: Kondisi bangunan Kantor Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kian memprihatinkan setelah plafon dan atap ruangan di lantai dua jebol. Kerusakan serius ini memaksa para pegawai menghentikan aktivitas di lantai atas demi menghindari risiko ambruknya atap.
Lurah Muktisari, Yeni Irmawati, mengungkapkan bahwa jajarannya sudah mengosongkan ruangan lantai dua selama dua bulan terakhir. Kekhawatiran akan keselamatan pegawai menjadi alasan utama pemindahan seluruh aktivitas kerja ke lantai satu.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-14, RSU Banjar Patroman Gelar Turnamen E-Sport
“Kami sudah pindah ke lantai bawah sejak dua bulan lalu karena takut plafon rubuh. Setiap kali hujan turun, air langsung masuk dan menggenangi ruangan,” ujar Yeni, Minggu (12/4/2026).
Dampak pada Pelayanan Publik
Kerusakan ini menyebabkan ruang kerja lurah, bendahara barang, staf, hingga aula rapat tidak berfungsi. Selain mengosongkan lantai dua, kebocoran tersebut turut mengganggu jalannya pelayanan masyarakat di lantai satu. Air hujan yang merembes dari atas seringkali mengalir melalui tangga dan membasahi area ruang pelayanan.
“Hujan deras pada siang hari membuat suasana pelayanan tidak nyaman. Air dari lantai dua turun ke bawah, sehingga operasional kami di lantai satu ikut terganggu,” tambahnya.
Menunggu Kepastian Perbaikan
Pihak kelurahan mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Wali Kota Banjar untuk memohon perbaikan segera. Meskipun instansi terkait sudah menindaklanjuti disposisi surat tersebut, hingga kini Pemerintah Kota Banjar belum memberikan kepastian mengenai jadwal renovasi.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, terdapat sembilan kantor kelurahan di Kota Banjar yang membutuhkan perbaikan serupa. Namun, Yeni menegaskan bahwa Kantor Kelurahan Muktisari harus menjadi prioritas utama karena tingkat kerusakannya sudah masuk kategori sangat mendesak.
“Kami memohon agar perbaikan di Muktisari segera terlaksana. Kondisinya sudah sangat urgen karena menyangkut keselamatan pegawai dan kelancaran pelayanan publik,” tegas Yeni.
(Budiana Martin)



