TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya kembali bergemuruh seiring pembukaan turnamen sepak bola usia dini paling bergengsi, Galuh Cup XII. Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, meresmikan langsung ajang tahunan ini yang mempertemukan talenta-talenta muda berbakat dari berbagai wilayah, Sabtu (11/4/2026).
Lebih dari 85 tim dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) terbaik di Priangan Timur, serta perwakilan dari Majalengka, Cianjur, Bandung, hingga Kebumen dan Cilacap, ambil bagian dalam kompetisi ini. Turnamen ini mempertandingkan enam kategori usia, mulai dari U-9 hingga U-14.
Baca Juga: Tiket Ludes Terjual, IBL All Star 2026 Momentum Kebangkitan Sport Entertainment Bandung
Ketua Panitia Penyelenggara, Santo Daniel Padang, menegaskan bahwa Galuh Cup berfungsi sebagai wadah silaturahmi sekaligus ajang seleksi ketat. Panitia memproyeksikan para juara untuk berlaga di Liga Topskor tingkat Jawa Barat hingga nasional.
“Galuh Cup bukan sekadar kompetisi biasa. Kami mencetak talenta-talenta hebat yang terbukti mampu menembus liga profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Abang Padang tersebut.
Drama Adu Penalti di Partai Puncak
Pada hari pertama pelaksanaannya, panitia langsung menggelar partai final untuk kategori U-9 dan U-11. Ratusan penonton dan orang tua memenuhi tribun utara Stadion Wiradadaha guna memberikan dukungan kepada putra-putra mereka yang sedang berjuang di lapangan hijau.
Laga final kategori U-11 menyita perhatian publik saat mempertemukan SSB Munjul Sakti asal Majalengka melawan PS Galuh Putra dari Kota Tasikmalaya. Setelah bermain sengit, SSB Munjul Sakti akhirnya keluar sebagai juara pertama melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2.
Pelatih SSB Munjul Sakti, Haris Risman, tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut. Ia menilai prestasi ini merupakan hasil dari kedisiplinan dan kerja keras anak asuhnya di lapangan.
“Alhamdulillah, kerja keras anak-anak membuahkan hasil. Gelar juara ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya dengan lebih percaya diri,” kata Haris.
Pemantik Semangat Prestasi
Kemenangan di kategori U-11 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran SSB Munjul Sakti yang juga mengirimkan skuadnya di kategori U-9. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di daerah semakin berkembang dan kompetitif.
Rangkaian final hari pertama ditutup dengan penyerahan piala dan medali bagi para pemenang di tiap kategori. Suasana Stadion Wiradadaha yang penuh haru dan euforia selebrasi ini menegaskan bahwa mimpi menjadi pesepakbola profesional Indonesia bermula dari kerja keras sejak usia dini di turnamen seperti Galuh Cup.
(Seda)



