TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Aston Inn, Jumat (10/4/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperketat standar operasional di tingkat lapangan.
Agenda ini menghadirkan Deputi BGN pusat, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, hingga unsur Forkopimda. Selain berdialog dengan pejabat daerah, BGN juga melakukan pertemuan khusus dengan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.
Baca Juga: Tembus 33 Ribu Wisatawan, Tasikmalaya Jadi Primadona Wisata Libur Lebaran
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menilai pertemuan dengan pengelola dapur MBG merupakan momentum krusial. Meski para petugas sudah menguasai teknis pengolahan makanan, ia lebih menekankan pada aspek non-teknis yang berkaitan dengan integritas dan tanggung jawab moral.
“Secara teknis, para petugas SPPG tentu sudah paham. Namun, saya memberikan masukan terkait amanah. Mereka memikul tanggung jawab besar untuk menyediakan makanan yang sehat dan higienis demi keselamatan generasi bangsa,” ujarnya.
Pekerjaan Mulia bagi Generasi Penerus
Ia mengingatkan para pegawai dapur MBG agar mensyukuri kesempatan kerja di sektor ini. Menurutnya, pelayanan terhadap anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita merupakan tugas mulia yang berdampak langsung pada kualitas hajat hidup masyarakat.
Ia mengapresiasi kinerja pengelola dapur MBG di Kota Tasikmalaya yang sejauh ini konsisten mengikuti aturan. Ia juga bersyukur wilayahnya tidak mengalami kasus keracunan makanan yang sempat viral di daerah lain akibat kelalaian dalam menjaga mutu masakan.
“Alhamdulillah, sajian MBG di Kota Tasikmalaya relatif aman selama ini. Kita harus mempertahankan kondisi ini dan jangan sampai ada kejadian yang merugikan penerima manfaat,” tegasnya.
Pengawasan Mutu Sebagai Harga Mati
Meski capaian saat ini tergolong baik, Ia mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak lengah. Ia memerintahkan pengetatan pengawasan pada setiap lini. Mulai dari pemilihan bahan makanan, kebersihan area dapur, sistem rantai dingin (cold chain), hingga proses distribusi ke tangan konsumen.
Ia menegaskan bahwa standar keamanan dan kesehatan pangan merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar. Pemerintah berkomitmen memastikan anak-anak di Tasikmalaya mendapatkan asupan gizi yang layak tanpa risiko kesehatan sedikit pun.
“Memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi adalah amanah bersama. Kita harus menjaga kualitas sajian ini setiap hari,” pungkasnya.
(Seda)



