BANJAR, FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan datang dari Kota Banjar, Jawa Barat. Seorang pelajar perempuan berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional lewat cabang olahraga sepak bola putri.
Adalah Naffisa Aqila Himawan, siswi kelas 5 MIN 2 Kota Banjar, yang sukses ikut mengharumkan nama daerahnya setelah tampil bersama tim Akademi Persib Putri U-12 dalam ajang JSSL Singapore Professional Academy 7s.
Selama hampir sepekan di Singapura, Naffisa bersaing dengan talenta muda dari berbagai negara. Salah satu momen penting adalah ketika timnya berhasil menundukkan Lion City Sailors Blue dengan skor 2-0.
Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kota Banjar
“Berangkat tanggal 1 April, di sana sekitar satu minggu. Senang bisa ikut bertanding dan menang,” kata Naffisa saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman, Kamis (9/4/2026).
Naffisa mengaku ketertarikannya pada sepak bola muncul karena sering melihat kakaknya bermain. Sejak usia 6 tahun, ia mulai serius berlatih di bawah naungan klub Mojang Priangan FC.
“Latihan setiap hari di Lapang Zalrus. Untuk jaga stamina, biasanya makan makanan berprotein dan bergizi,” ujarnya.
Dukungan Keluarga
Sri Wahyuni, ibu dari Naffisa, menyebut minat anak bungsunya tak lepas dari pengaruh sang kakak, Aditya, yang juga aktif di sepak bola. Bahkan, sepak bola sudah menjadi semacam tradisi keluarga.
“Dari awal ikut bola, setiap pulang latihan saya tanya capek nggak. Ternyata anaknya nyaman, tidak pernah mengeluh. Selama dia enjoy dan punya bakat, kami pasti dukung penuh,” kata Sri.
Baca Juga: Panen Raya Cabai, Petani Sumringah Karena Harga Tinggi
Aditya sendiri pernah mencatat prestasi di ajang bergengsi seperti Singa Cup, turnamen di Malaysia, hingga meraih juara kedua di Bali. Jejak prestasi sang kakak kini mulai diikuti oleh Naffisa.
Meski baru berusia 11 tahun, Naffisa berkomitmen untuk terus berlatih agar bisa meraih prestasi lebih tinggi. “Rencananya ke depan mau lebih banyak berlatih lagi,” ucapnya.
Sri berharap anak-anaknya bisa konsisten dan berkembang hingga ke level profesional. “Mudah-mudahan ada rezekinya di sepak bola. Karena memang hidupnya dari kecil sudah di lingkungan bola,” pungkasnya.
(Budiana Martin)



