spot_imgspot_img
Rabu 8 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Ciamis dan BPS Kolaborasi Perkuat Akurasi Data Pembangunan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026, Rabu (8/4/2026). Inovasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola, menganalisis, serta memanfaatkan data secara mandiri untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa data kini menjadi kebutuhan dasar bagi pemerintah desa, bukan lagi sekadar kebutuhan tingkat kota. Sebagai ujung tombak pembangunan, desa harus mampu menghadirkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Rumah Lansia 84 Tahun di Tambaksari Ciamis Ambruk Tergerus Hujan

“Program Desa Cantik hadir untuk memperkuat literasi statistik di tingkat desa. Kami ingin membentuk agen-agen statistik di akar rumput agar setiap kebijakan pemerintah berbasis pada bukti nyata,” ujar Andang Firman.

Data sebagai Instrumen Kemandirian

Andang menilai kemampuan desa dalam mengelola informasi sangat krusial di era teknologi saat ini. Desa yang mandiri merupakan desa yang mampu menentukan arah pembangunannya sendiri berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data internal mereka.

Pemerintah Kabupaten Ciamis memandang data berkualitas sebagai pendorong kreativitas, inovasi, serta produktivitas masyarakat desa. Andang juga mengajak seluruh kepala desa agar tidak menganggap pendataan sebagai beban tambahan, melainkan alat strategis untuk memetakan potensi wilayah serta merancang program yang tepat sasaran.

“Mari kita bangun budaya berbasis data mulai dari desa untuk memperjuangkan anggaran dan kebutuhan masyarakat secara lebih efektif,” tegasnya.

Implementasi dan Dukungan Asta Cita

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Lukman, menjelaskan bahwa pembinaan Desa Cantik merupakan perwujudan dari visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam membangun bangsa dari bawah. Program ini menyasar pemerataan ekonomi serta upaya pemberantasan kemiskinan melalui penguatan data sektoral.

BPS akan melaksanakan rangkaian pembekalan bagi desa terpilih mulai April hingga Juli 2026. Selama periode tersebut, aparatur desa akan menerima materi mengenai pengelolaan data. Kemudian penguatan literasi statistik hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk tata kelola data desa.

“Desa-desa yang terpilih hari ini merupakan pelanjut estafet dari program serupa sejak tahun 2021. Mereka akan menapaki jejak sebagai pelopor desa berbasis data di Kabupaten Ciamis,” jelas Ahmad Lukman.

Melalui sinergi antara BPS dan Pemkab Ciamis, program ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola data nasional yang bermula dari unit terkecil pemerintahan, yakni desa.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru