spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perjuangan Hidup Mati Bocah Tasikmalaya Melawan Bisa Ular, RSUD KHZ Musthafa Kerahkan 50 Vial Serum

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebuah drama perjuangan kemanusiaan sedang berlangsung di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, Kabupaten Tasikmalaya. DK, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya kini tengah bertarung nyawa melawan efek racun ular Keling (Bungarus candidus) yang menyerang sistem sarafnya, Selasa (7/4/2026).

Insiden memilukan ini bermula saat korban tidur beralaskan tikar di lantai ruang tengah rumahnya. Dalam kondisi gelap, DK sempat memegang ular tersebut karena mengira benda itu adalah mainan. Siti Hindun, sang ibu, mengenang momen mencekam tersebut dengan penuh kesedihan saat mendampingi putranya yang masih tak sadarkan diri.

Baca Juga: Hijaukan Lahan Kritis di Tasikmalaya, BEM Unper Tanam Pohon

Bisa ular mematikan ini tidak langsung menunjukkan gejala seketika. Namun, saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi DK merosot tajam. Ia mengalami sakit perut hebat, kesulitan menelan, hingga sesak napas akut akibat kelumpuhan otot paru-paru.

Langkah Medis Luar Biasa

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, memimpin langsung upaya penyelamatan yang tergolong langka ini. Pihak rumah sakit menempuh sejumlah langkah “all-out” untuk menetralisir racun di tubuh DK:

  • Mendatangkan Ahli: Rumah sakit menghadirkan dokter spesialis toksinologi langsung dari Bandung untuk memantau perkembangan pasien secara intensif.
  • Dosis Serum Tinggi: Tim medis menyuntikkan hingga 50 vial serum anti-bisa ular, jumlah yang sangat fantastis mengingat pasien normal biasanya hanya membutuhkan 3 hingga 4 vial.
  • Jaminan Logistik: Petugas rumah sakit rela menempuh perjalanan Tasikmalaya-Bandung berulang kali demi memastikan ketersediaan stok serum tidak terputus.

Meski biaya perawatan selama 10 hari di ICU telah mencapai angka Rp200 juta melampaui plafon BPJS dr. Eli menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan keselamatan nyawa anak tersebut di atas kendala birokrasi biaya.

Dukungan Sosial bagi Keluarga

Beban ekonomi yang menghimpit orang tua DK, Andis Kuswara dan Siti Hindun, memancing simpati dari BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Ketua BAZNAS, Eddy Abdul Somadi, memastikan pihaknya memberikan bantuan biaya hidup serta fasilitas rumah singgah bagi keluarga selama masa perawatan di rumah sakit.

“Kami ingin orang tua tetap fokus pada kesembuhan DK tanpa harus pusing memikirkan biaya harian selama menunggui di rumah sakit,” ujar Eddy.

Edukasi Pencegahan bagi Masyarakat

Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi warga yang tinggal di dekat area persawahan atau perkebunan. Pihak medis membagikan sejumlah tips krusial untuk mencegah insiden serupa:

  1. Gunakan Dipan: Hindari tidur langsung di atas lantai (ngampar) untuk mengurangi risiko kontak dengan hewan melata.
  2. Pasang Kelambu: Gunakan kelambu di area tempat tidur guna menghalau masuknya ular atau serangga berbahaya.
  3. Jaga Kebersihan: Pastikan lingkungan rumah tidak lembap dan bebas dari tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang ular.

Saat ini, doa dan dukungan terus mengalir bagi kesembuhan DK. Sinergi antara keahlian medis dan empati sosial di Tasikmalaya membuktikan bahwa kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi kritis.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru