BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Dicky Candra Negara, memanfaatkan momen Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting se-Jawa Barat untuk melakukan lobi strategis di Gedung Sate, Selasa (7/4/2026).
Ia bergerak cepat menemui pejabat berwenang demi menuntaskan persoalan akses jalan menuju SMAN 11 Kota Tasikmalaya yang selama ini terabaikan.
Baca Juga: Wabup Tasikmalaya Pastikan Pemda Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Bocah Korban Ular Keling
Usai mengikuti agenda utama, Ia langsung menemui Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat guna melaporkan kondisi infrastruktur pendidikan di Kecamatan Bungursari tersebut. Ia menekankan bahwa meski gedung sekolah sudah berdiri kokoh, para siswa dan guru masih menghadapi kendala besar akibat ketersediaan jalan yang belum memadai.
“Sekolahnya sudah ada, tetapi jalannya belum representatif. Karena kewenangan pengelolaan SMA/SMK berada di tingkat provinsi, kami sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemprov Jabar agar mobilitas warga pendidikan di sana terjamin,” tegasnya.
Lintasi Kawasan Tambang Batu
Keresahan warga Bungursari memuncak karena selama ini anak-anak sekolah harus menempuh jalur berbahaya. Tanpa adanya jalan resmi, para siswa terpaksa melintasi medan terjal di kawasan tambang batu untuk mencapai lokasi sekolah yang baru berdiri beberapa tahun lalu tersebut.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera turun tangan membantu pembebasan lahan serta pembangunan jalan permanen. Langkah “jemput bola” ini menjadi sangat krusial mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tengah melakukan efisiensi anggaran yang ketat. Sehingga dukungan finansial dari tingkat provinsi menjadi kunci utama penyelesaian masalah.
Menanti Solusi dari Provinsi
Masyarakat setempat mengharapkan sinergi nyata antara pemerintah kota dan provinsi untuk membebaskan lahan bagi akses jalan sekolah. Ia menegaskan ketersediaan jalan bukan sekadar urusan fisik, melainkan jaminan keselamatan. Terlebih kenyamanan bagi ekosistem pendidikan di SMAN 11 Tasikmalaya.
Melalui koordinasi langsung dengan Bappeda Jabar, Ia berharap pemerintah provinsi segera merespons aspirasi ini dalam waktu dekat. Ia berkomitmen terus mengawal isu ini hingga para siswa tidak lagi perlu bertaruh nyawa melintasi kawasan tambang demi menuntut ilmu.
(Abdul Latif)



