TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 1.339 calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini memasuki tahap akhir persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Makkah. Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya memastikan seluruh proses administrasi dan logistik bagi empat kelompok terbang (kloter) asal wilayah ini telah tuntas.
Meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini tengah bergejolak akibat konflik bersenjata, pemerintah menjamin agenda pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, menegaskan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut tidak memengaruhi jadwal pemberangkatan jemaah Indonesia.
“Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia, musim haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Kami memastikan pemberangkatan jemaah asal Kota Tasikmalaya tahun ini tidak mengalami kendala,” ujar Husna Mustopa, Selasa (7/4/2026).
Rincian Jadwal Keberangkatan Kloter
Pemerintah telah membagi 1.339 jemaah tersebut ke dalam empat kloter penerbangan. Kloter 4 akan menjadi rombongan pertama yang berangkat pada 23 April 2026, menyusul kemudian Kloter 20 pada 5 Mei 2026. Sementara itu, Kloter 28 dan Kloter 29 dijadwalkan berangkat bersamaan pada 13 Mei 2026.
Husna menjelaskan bahwa seluruh perlengkapan properti hingga dokumen visa perjalanan sudah rampung seratus persen. Keberhasilan penyelesaian visa lebih awal ini menjadi kunci utama kelancaran operasional pemberangkatan jemaah di lapangan nantinya.
“Alhamdulillah, persiapan dokumen yang krusial sudah selesai semua. Sekarang para calon jemaah haji hanya perlu fokus menjaga kondisi fisik dan menyiapkan kebutuhan pribadi masing-masing,” tambahnya.
Imbauan Menjaga Kondisi Fisik
Kementerian haji dan umroh mengimbau seluruh calon tamu Allah agar disiplin menjaga kesehatan menjelang hari keberangkatan. Mengingat cuaca dan aktivitas ibadah yang padat di Arab Saudi, kondisi fisik yang prima menjadi modal utama dalam menjalankan rukun haji dengan sempurna.
Husna menyarankan para jemaah untuk rutin berolahraga ringan, menjaga pola makan sehat, serta memastikan istirahat yang cukup. Kedisiplinan dalam menjaga kesehatan sejak dini diharapkan mampu meminimalisir risiko gangguan medis saat jemaah berada di Tanah Suci.
“Kami sangat berharap para jemaah menjaga stamina mereka. Fokuslah pada kesiapan fisik dan mental hingga hari keberangkatan tiba,” pungkas Husna.
(Seda)



