CIAMIS,FOKUSJabar.id: Harga berbagai jenis dan ukuran plastik di Pasar Manis Kabupaten Ciamis mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Para pedagang menduga lonjakan harga bahan kemasan ini merupakan dampak tidak langsung dari memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Selasa (7/4/2026).
Nining, seorang karyawan toko plastik di Pasar Manis, mengungkapkan bahwa harga plastik merangkak naik menyusul isu ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Meskipun tidak mengetahui secara teknis penyebab pastinya, ia mendapatkan informasi dari pemilik toko bahwa modal pembelian stok barang dari distributor memang telah meningkat.
Baca Juga: Faktor Cuaca Picu Kenaikan Harga Sayuran di Pasar Manis Ciamis
Ia mencontohkan kenaikan harga yang cukup drastis pada plastik putih ukuran 7×14. Sebelumnya, plastik jenis ini hanya seharga Rp4.700 per 5 pcs, namun kini harganya melambung menjadi Rp7.500 per 5 pcs.
Dampak Berantai ke Pedagang Eceran
Kenaikan harga plastik ini langsung memicu efek domino terhadap pedagang komoditas lain, terutama penjual minyak goreng curah eceran. Azmi, salah seorang penjual minyak goreng di pasar tersebut, mengaku sangat terbebani dengan kondisi ini.
Azmi menjelaskan bahwa biaya operasionalnya membengkak karena ia harus mengemas minyak goreng ke dalam kantong-kantong kecil untuk pelanggan eceran. Kenaikan harga plastik kemasan ini terjadi bersamaan dengan harga minyak goreng curah dari agen yang juga masih tergolong mahal.
“Kenaikan harga kantong plastik jelas sangat berpengaruh. Untuk satu kilogram minyak saja, saya harus membaginya menjadi empat kantong, sehingga ada tambahan biaya pengemasan yang cukup besar,” ujar Azmi.
Penyesuaian Harga Jual
Kondisi ini memaksa para pedagang eceran kecil untuk menyesuaikan harga jual produk mereka agar tidak merugi. Akibatnya, terdapat perbedaan harga yang cukup terlihat antara kios eceran kecil dengan kios partai besar yang tidak terlalu banyak menggunakan kemasan plastik kecil.
Meskipun harga plastik terus naik, para pedagang eceran tetap harus menggunakannya sebagai sarana pengemasan utama bagi konsumen. Masyarakat berharap stabilitas harga bahan baku plastik dapat kembali normal. Agar tidak semakin membebani biaya hidup dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.
(Husen Maharaja)



