CIAMIS,FOKUSJabar.id: Organisasi profesi guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Di nilai memiliki peran strategis dalam membangun kualitas pendidikan di daerah.
Hal tersebut di sampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Saat menghadiri acara halal bihalal dengan PGRI Kabupaten Ciamis . Selasa (7/4/2026)
PGRI, lanjut Herdiat, merupakan organisasi profesi yang luar biasa karena memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan ribu di setiap daerah.
Baca Juga: Sejarah Jembatan Cirahong dari 1893 hingga Kini, Ikon Transportasi Jawa Barat
Oleh karena itu, Herdiat mengajak kepada seluruh anggota PGRI Kabupaten Ciamis untuk menjaga marwah organisasi semakin kuat dan di segani.
“Menjadi guru dari tingkat TK hingga SLTA adalah perjuangan besar. Tantangan dan hambatan yang dihadapi tidaklah mudah. Saya berharap para guru yang tergabung dalam PGRI mampu melalui semua itu dengan baik,” ungkapnya.
Pemerintah daerah (Pemkab) Ciamis, Herdiat menuturkan, belum dapat sepenuhnya memenuhi harapan terkait kesejahteraan para guru.
Hal tersebut, Herdiat menegaskan, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian pihaknya menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan di tengah kondisi tersebut.
“Meskipun terdapat perbedaan kurikulum maupun infrastruktur di setiap jenjang pendidikan, para guru memiliki tujuan yang sama. Yaitu membina masyarakat Kabupaten Ciamis melalui pendidikan,”ucapnya.
Satukan Visi dan Misi
Bupati Herdiat berharap, bahwa tidak ada perbedaan satukan visi dan misi untuk menciptakan para pelajar berkualitas. Pendidikan adalah sektor penting dalam mewujudkan generasi emas 2045.
Dalam era perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat. Bupati Herdiat juga menekankan bahwa tenaga pendidik harus mampu menjadi agen perubahan.
Selain itu, Ia juga menyoroti terkait pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi oleh para pelajar, terutama pada anak usia dini.
Baca Juga: Lapas Ciamis Gandeng TNI-Polri Gelar Razia dan Tes Urine Serentak
“Tidak sedikit anak TK dan SD yang sudah mahir menggunakan teknologi digital. Jika pengawasannya lemah, mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif,” tegasnya..
Herdiat juga mengaku prihatin dengan meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis. Dan saat ini yang tercatat mencapai 83 kasus sepanjang tahun 2025.
“Guru harus menjadi suri teladan bagi para siswa baik dalam sikap maupun perilaku,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)



