spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Jawa Barat Siap Ubah Sampah jadi Listrik

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Upaya penanganan sampah di Jawa Barat mulai memasuki fase baru setelah adanya kesepakatan lintas daerah dan dukungan dari pemerintah pusat.

Persoalan yang selama ini menjadi beban bertahun-tahun kini di arahkan pada solusi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Pangkas Pajak Kendaraan Angkutan Umum

Selama puluhan tahun, persoalan sampah menjadi tantangan serius. Terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Bandung Raya.

Volume sampah yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia.

Namun, melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat, arah penanganan kini mulai menemukan kejelasan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, persoalan yang selama ini sulit di selesaikan akhirnya menemukan titik terang.

“Terima kasih Pak Menteri, Pak Bupati Sumedang, Purwakarta, Bandung Barat, Cianjur, Kabupaten Bandung. Hari ini kita sudah menyelesaikan problem yang puluhan tahun nggak selesai-selesai,” kata Dedi.

Kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam merumuskan solusi yang bersifat regional dan terpadu.

Pendekatan yang di ambil tidak lagi berfokus pada metode konvensional seperti penimbunan, melainkan mengarah pada pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Langkah ini sekaligus mengubah cara pandang terhadap sampah dari beban menjadi potensi.

“Yaitu membuat sampah di ubah menjadi energi listrik,” ungkap Gubernur Jawa Barat.

Rencana tersebut di wujudkan melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Teknologi ini memungkinkan sampah di olah dalam skala besar sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Ambil Alih Penanganan Korban Kekerasan di Maumere

Dalam pembahasan teknis, kapasitas pengolahan menjadi salah satu perhatian utama. Hal ini tergambar dari dialog yang terjadi saat perencanaan di lakukan.

Dengan kapasitas mencapai 3.700 kubik per hari, fasilitas ini di harapkan mampu mengurangi beban sampah secara signifikan. Khususnya di wilayah dengan produksi sampah tinggi.

TPA Sarimukti menjadi salah satu lokasi yang di proyeksikan sebagai pusat pengolahan sampah berbasis energi.

Selama ini kawasan tersebut memang menjadi titik utama penampungan sampah dari berbagai daerah di Bandung Raya.

Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Dukungan dari pemerintah pusat di harapkan mampu mempercepat realisasi program tersebut.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan arah kebijakan nasional.

Target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun menjadi gambaran optimisme pemerintah terhadap keberhasilan program ini. Meski demikian, implementasi di lapangan tetap membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak yang terlibat.

Dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas wilayah, pengelolaan sampah di Jawa Barat di harapkan tidak lagi menjadi persoalan berulang.

Sebaliknya, sampah dapat di manfaatkan sebagai sumber energi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

(Jingga Sonjaya)

 

spot_img

Berita Terbaru