BANJAR,FOKUSJabar.id: Salah seorang warga Desa Balokang Kecamatan/Kota Banjar Jawa Barat. Yaitu Meti, mengeluhkan air sumur miliknya mendadak mengeluarkan bau tidak sedap.
Meti menduga bahwa air sumur tersebut tercemar limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang berada di dekat rumahnya.
Sejak 2 Maret 2026 lalu, menurut Meti, air sumurnya berubah warna menjadi kuning dan berbau menyengat.
Baca Juga: Tercatat 30 Pelaku Usaha Air Tanah di Banjar Ajukan Perizinan
“Biasanya air bersih, tidak ada masalah. Tapi sejak ada IPAL dekat rumah, air jadi bau dan tidak layak di pakai,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Merasa terganggu, Meti pun melaporkan hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar. Ia meminta instansi terkait segera melakukan pengecekan karena jarak IPAL dengan sumurnya sangat dekat.
Kepala Bidang Penataan Peningkatan Kapasitas dan Pengendalian Lingkungan DLH Kota Banjar, Dyah Sitha Asri Wahyuningrum, membenarkan adanya aduan tersebut.
Hasil pengawasan menunjukkan jarak IPAL dengan sumur warga hanya sekitar 1 meter.
“Idealnya jarak minimal 10 meter agar tidak terjadi pencemaran,” jelas Dyah.
Baca Juga: Banjar Perkuat Sinergi dengan PTPN 1, Proyek Strategis Siap Digulirkan
DLH pun sudah memberikan masukan kepada pihak dapur MBG agar memperbaiki sistem IPAL sehingga limbah yang di hasilkan sesuai standar baku mutu.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Diki Arigustian, mengatakan IPAL tersebut baru selesai di bangun dan masih dalam tahap uji coba.
“Kami akan minta vendor memperbaiki agar tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.
(Budiana Martin)



