spot_imgspot_img
Minggu 5 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kolaborasi Hartono Soekwanto, Irfan Hakim dan Pemkab Bandung Bedah Rumah Saparudin di Cimekar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebahagiaan mendalam menyelimuti keluarga Saparudin (56), warga Dusun Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Rumah miliknya yang selama bertahun-tahun dalam kondisi memprihatinkan kini mendapatkan perbaikan menyeluruh berkat kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh publik, dan pengusaha.

Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Ali Syakieb, meninjau langsung lokasi pembangunan bersama presenter Irfan Hakim dan pengusaha Hartono Soekwanto yang terkenal dengan sapaan Bos Koi, Minggu (5/4/2026). Kehadiran para tokoh ini bertujuan memastikan percepatan renovasi rumah yang sebelumnya dihuni oleh 12 anggota keluarga tersebut.

Baca Juga: Sulap ‘Hantu’ Asia Afrika Jadi Seni Teatrikal, Hartono Soekwanto dan Oghel Zulvianto Dorong Kesejahteraan Seniman Jalanan

Ali Syakieb menegaskan bahwa program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini merupakan hasil sinergi nyata antara pemerintah desa, donatur swasta, dan swadaya masyarakat. Ia mengakui bahwa informasi mengenai kondisi rumah Saparudin awalnya mencuat dan viral melalui laporan warga di media sosial.

“Alhamdulillah, media sosial membantu pemerintah mengetahui kondisi nyata di tengah masyarakat. Saya datang ke sini bersama Kang Irfan dan Pak Hartono untuk memberikan sumbangsih langsung guna membenahi hunian warga,” ujar Ali Syakieb.

Semangat Sedekah dan Inspirasi Kebaikan

Hartono Soekwanto, yang dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial, mengaku terpanggil untuk terus membahagiakan sesama melalui bantuan renovasi rumah. Bagi pengusaha asal Bandung ini, membantu warga yang kesulitan merupakan bagian dari ibadah dan bentuk nyata kepedulian sosial.

“Membahagiakan orang lain adalah bagian dari ibadah. Intinya, tidak ada orang yang menjadi miskin karena bersedekah,” tegas Hartono saat berada di lokasi pembangunan.

Senada dengan Hartono, Irfan Hakim menilai penyebaran berita kebaikan melalui media sosial sangat penting di era digital. Langkah ini bertujuan untuk menginspirasi lebih banyak pihak agar peduli terhadap warga yang masih hidup di bawah standar kelayakan.

“Kita harus menyiarkan kebaikan ini agar membuka mata banyak orang. Saya juga berpesan kepada warga agar tetap menjaga kerukunan dan selalu bersyukur meskipun nantinya sudah memiliki hunian yang nyaman,” kata Irfan.

Skema Pendanaan dan Pemberdayaan Ekonomi

Inisiator perbaikan rumah, Yudha, menjelaskan bahwa total anggaran pembangunan rumah Saparudin mencapai sekitar Rp54 juta. Angka tersebut melampaui alokasi standar program Rutilahu pemerintah yang sebesar Rp20 juta, berkat tambahan dana dari donatur dan swadaya warga sekitar.

Yudha mengungkapkan, bantuan dari program Rutilahu pemerintah sebesar Rp20 juta, namun total pembangunan rumah lebih besar karena adanya tambahan dari donatur dan swadaya masyarakat, ada beberapa yang menyumbang mulai dari Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, Oghel Zulvianto, Anggota DPR RI Ahmad Heryawan dan beberapa donatur lainnya.

Selama proses pengerjaan bangunan berlangsung, pihak panitia juga telah menyiapkan rumah kontrakan sementara bagi Saparudin dan keluarganya. Menariknya, kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menyasar aspek kemandirian ekonomi keluarga.

“Selain membangun rumah, kami berencana mendirikan warung di lokasi tersebut. Tujuannya agar keluarga Pak Saparudin memiliki penghasilan berkelanjutan. Mungkin nanti kami beri nama Warung Bos Koi,” jelas Yudha.

Saparudin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian para donatur dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Ia mengaku tidak pernah membayangkan huniannya akan mendapatkan perhatian besar dari banyak pihak hingga bisa dibangun kembali menjadi rumah yang layak.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru