PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mematok target optimistis untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp15 miliar sepanjang momentum libur nasional tahun ini. Keyakinan tersebut muncul seiring dengan membeludaknya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Pangandaran.
Lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak libur Lebaran yang kemudian bersambung dengan libur hari Waisak. Berdasarkan data resmi, retribusi wisata pada periode H+1 hingga H+8 Lebaran saja sudah menyentuh angka Rp9,2 miliar.
Baca Juga: Bupati Pangandaran Pegang HT dan Berbaur dengan Debu, Tertibkan Parkir Terminal Eks Pasar Wisata
Pendapatan signifikan tersebut bersumber dari enam destinasi utama, yaitu Pantai Pangandaran, Pantai Karapyak, Pantai Batu Hiu, Green Canyon, Pantai Batukaras, dan Pantai Madasari.
Tren Peningkatan Selama Libur Waisak
Citra menegaskan bahwa tren positif ini terus berlanjut pada periode libur Waisak. Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran menunjukkan total kunjungan wisatawan mencapai 119.772 orang dalam tiga hari terakhir.
Rincian kunjungan tersebut meliputi 42.325 orang pada hari pertama (H+1), meningkat menjadi 53.718 orang pada hari kedua (H+2), dan sebanyak 23.729 orang pada hari ketiga (H+3).
“Pada hari Jumat saja kami berhasil meraup Rp800 juta, sementara pada hari Sabtu angka tersebut naik menjadi Rp1 miliar. Untuk data hari ini, kami masih menunggu rilis resminya,” ujar Bupati Citra saat meninjau terminal eks pasar wisata Pangandaran, Minggu (5/4/2026).
Potensi Pajak Hotel dan Restoran
Angka pendapatan dari retribusi pintu masuk tersebut belum mencakup potensi pemasukan dari sektor pajak hotel dan restoran. Bupati Citra memprediksi total pendapatan daerah akan terdongkrak lebih jauh jika menggabungkan seluruh sektor penunjang pariwisata tersebut.
Oleh karena itu, ia sangat yakin bahwa Pemerintah Kabupaten Pangandaran mampu mencapai atau bahkan melampaui target Rp15 miliar selama periode libur panjang ini.
Pemerintah daerah terus berupaya memaksimalkan pelayanan dan pengawasan di lapangan untuk memastikan kenyamanan wisatawan. Sekaligus mengoptimalkan setiap potensi pendapatan bagi pembangunan daerah.
(Sajidin)



