spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Minat Baca Menggeliat, Dinas Perpustakaan Pangandaran Buka Ruang Kreativitas bagi Penulis Muda

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran terus memacu antusiasme literasi anak-anak di tengah kepungan arus digital. Instansi ini kini fokus mendorong generasi muda tidak hanya sekadar melahap bacaan, tetapi juga berani melahirkan karya tulis orisinal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari, menegaskan bahwa pihaknya melakukan langkah konkret untuk memperdalam kualitas literasi daerah. Salah satu strategi utamanya adalah menyelenggarakan lomba membuat karya tulis buku sepanjang tahun ini guna mengasah kreativitas dan daya kritis siswa.

Baca Juga: Viral Menu MBG Basi di Pangandaran, Warga Protes Keras Kualitas Sayur SPPG

“Minat baca anak di Pangandaran sebenarnya sudah menunjukkan tren peningkatan. Namun, kami ingin mereka melangkah lebih jauh dengan mulai menulis serta menuangkan isi hati dan pikiran mereka ke dalam sebuah buku,” ujar Heri, Jumat (3/4/2026).

Mengapresiasi Kejujuran Karya Anak Daerah

Heri memandang keberanian menulis sebagai cerminan kedalaman literasi seseorang. Saat ini, benih-benih penulis muda mulai bermunculan di Pangandaran. Sejumlah siswa bahkan telah menyerahkan naskah utuh hasil karya mereka kepada pihak dinas untuk mendapatkan apresiasi.

Karya-karya tersebut memotret realitas kehidupan secara jujur, mulai dari kisah pahit hingga momen manis keseharian yang sangat menyentuh hati para pembaca. Heri menilai tulisan-tulisan tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Pangandaran memiliki imajinasi dan suara yang luar biasa.

“Saya sangat mengapresiasi tulisan mereka yang luar biasa. Cerita-cerita itu terasa sangat menyentuh hati saat kita membacanya. Melalui lomba ini, kami membuka ruang seluas-luasnya agar suara mereka terdengar,” ungkapnya.

Akses Mudah dan Edukasi Tanggung Jawab

Heri menyebutkan bahwa tingkat minat baca anak di Pangandaran saat ini telah menyentuh angka 80 persen. Untuk mempertahankan pencapaian tersebut, perpustakaan daerah terus menyederhanakan akses peminjaman buku bagi masyarakat luas.

Warga cukup mendaftar sebagai anggota dengan menyertakan KTP untuk bisa membawa pulang buku koleksi perpustakaan. Aturan peminjaman pun cukup fleksibel, yakni durasi awal tiga hari yang dapat diperpanjang hingga total sembilan hari tanpa pungutan biaya apa pun.

“Kami juga menekankan aspek tanggung jawab kepada setiap peminjam. Jika buku hilang, mereka wajib menggantinya dengan judul yang sama. Ini merupakan pelajaran sederhana bagi anak-anak untuk selalu menjaga amanah dan menghargai ilmu pengetahuan,” pungkas Heri.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru