PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi menggemparkan warga Desa Banjarhara, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Ironisnya, paket makanan yang tidak layak konsumsi tersebut menyasar anak-anak balita sebagai penerima manfaat utama.
Kasus ini mencuat setelah akun Facebook @Sadi Sadi mengunggah foto menu MBG tersebut ke media sosial hingga viral. Dalam unggahannya, ia meluapkan kekesalan dan mempertanyakan tanggung jawab pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarhara dalam menjaga kualitas pangan.
Baca Juga: Antisipasi Ancaman Megathrust, BPBD Pangandaran Instruksikan Warga Pesisir Kenali Jalur Evakuasi
“Apakah SPPG Banjarhara niat memberi makanan bergizi atau justru ingin meracuni anak-anak balita di kampung saya?” tulis akun tersebut dalam keterangan fotonya.
Protes Kualitas dan Usulan Evaluasi
Pemilik akun menilai hidangan tersebut sangat tidak layak bagi balita. Beruntung, orang tua penerima manfaat mengecek kondisi makanan terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada anak-anak. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sayuran dalam paket tersebut sudah dalam kondisi basi.
Pengunggah juga mengkritik pernyataan pemerintah terkait risiko keracunan yang dianggap sebagai error manusiawi. Ia berpendapat bahwa nyawa anak-anak tidak boleh menjadi pertaruhan dalam sebuah program besar. Sebagai solusi, ia menyarankan agar pemerintah memberikan program MBG dalam bentuk uang tunai kepada penerima manfaat agar lebih efektif dan terjamin kualitasnya.
“Menurut saya, jauh lebih benar jika program MBG ini diuangkan saja,” tambahnya dalam unggahan tersebut.
Respons dan Klarifikasi Pengelola
Menyikapi kritik pedas netizen, Kepala SPPI, Agung Maulana, membenarkan terjadinya insiden menu basi tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa komponen makanan yang bermasalah adalah sayur capcay.
Agung menjelaskan bahwa tim di lapangan menghadapi kendala keterlambatan bahan baku pada hari tersebut. Akibatnya, sayuran harus menunggu lama sebelum proses pengolahan selesai, sehingga kondisi capcay menjadi tidak segar atau basi.
“Kemarin ada sedikit kendala bahan baku yang kurang, sehingga sayur harus menunggu. Hal itu menyebabkan sayur capcay menjadi agak basi,” ujar Agung saat memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2026).
Agung menegaskan bahwa tim SPPG Banjarhara telah menyelesaikan persoalan ini secara persuasif dengan menemui langsung penerima manfaat yang bersangkutan. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi ketat terhadap sistem kerja dan rantai pasok bahan baku agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
(Sajidin)



