TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan kesehatan serius pada triwulan pertama tahun 2026. Data hingga akhir Maret mencatat sebanyak 56 warga terkonfirmasi positif Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi cuaca yang berubah cepat antara panas terik dan hujan deras memicu percepatan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, melayangkan peringatan keras terkait tren kenaikan kasus ini. Ia menilai siklus cuaca saat ini sangat mendukung pertumbuhan nyamuk pembawa virus tersebut karena genangan air mudah terbentuk di berbagai tempat.
Baca Juga: Fiskal Terjun Bebas ke Rp1,4 Triliun, Wali Kota Tasikmalaya Sebut Ekonomi Sedang Diuji
“Kondisi cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas menciptakan sarang ideal bagi nyamuk. Kita tidak boleh lengah menghadapi situasi ini,” ujar Diky, Rabu (1/4/2026).
Strategi 3M Plus sebagai Senjata Utama
Diky Candra menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan fogging atau pengasapan sebagai solusi instan. Menurutnya, senjata paling ampuh melawan DBD adalah kemandirian warga dalam menjalankan strategi 3M Plus secara rutin:
- Menguras: Membersihkan wadah air yang sering digunakan.
- Menutup: Menutup rapat seluruh tempat penampungan air.
- Mendaur Ulang: Mengolah barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menyasar jentik nyamuk agar tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa. “Jika masyarakat hanya mengandalkan pemerintah tanpa menjaga kebersihan mandiri, hasilnya tidak akan maksimal,” tambahnya.
Masifkan Edukasi di Berbagai Sektor
Pemerintah Kota Tasikmalaya kini mendorong Dinas Kesehatan untuk bergerak lebih masif dalam mengedukasi warga guna mencegah jatuhnya korban jiwa. Risiko penularan DBD yang tidak memandang usia menuntut pengawasan ketat di berbagai titik fokus, antara lain:
- Lingkungan Rumah: Menjadi garda terdepan pencegahan yang paling efektif.
- Institusi Pendidikan: Memastikan area sekolah dan pesantren benar-benar bebas jentik.
- Area Perkantoran: Menghilangkan potensi genangan air di area parkir maupun taman kantor.
Pemerintah kota menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan angka kasus DBD. Diky mengajak seluruh lapisan warga untuk menjadikan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar reaksi sesaat ketika kasus sedang melonjak tinggi.
(Abdul Latif)



