TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Cakrawala pendidikan tinggi di Kota Tasikmalaya menorehkan sejarah baru. Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) kini resmi berganti status menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS). Perubahan besar ini menandai lonjakan ekosistem pendidikan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Priangan Timur.
Kementerian Agama Republik Indonesia mengukuhkan perubahan status tersebut melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 113 Tahun 2026. Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis, Dr. Asroi, M.Pd., menyerahkan langsung SK tersebut kepada Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag., yang kini mengemban amanah sebagai Rektor UNITAS dalam prosesi khidmat di Jakarta.
Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras kolektif seluruh civitas akademika yang melampaui ekspektasi.
“Perubahan ini membuktikan kinerja cepat dan tepat dari seluruh tim. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tantangan besar untuk menghadirkan riset berkualitas dan tata kelola kampus berstandar global,” ujar Dr. Ade Zaenul, Kamis (2/4/2026).
Keunggulan Status Universitas
Status baru sebagai universitas memberikan UNITAS fleksibilitas dan jangkauan yang lebih luas daripada sebelumnya. Dr. Ade Zaenul memaparkan beberapa poin keunggulan UNITAS ke depan, antara lain:
- Integrasi Ilmu: Memadukan disiplin ilmu agama dengan ilmu umum secara komprehensif.
- Riset Global: Membuka peluang kolaborasi penelitian internasional secara lebih lebar.
- Prodi Variatif: Memungkinkan pembukaan program studi baru lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Menuju World Class University
Menghadapi era disrupsi, UNITAS telah menyusun langkah strategis untuk memastikan lulusannya mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Kampus ini berkomitmen meraih akreditasi unggul untuk institusi dan seluruh program studi.
Selain itu, UNITAS mendorong transformasi Digital Campus melalui sistem manajemen dan pembelajaran berbasis teknologi. Kampus juga memacu dosen serta mahasiswa untuk menembus jurnal bereputasi internasional melalui penguatan riset dan publikasi.
“Kami berusaha menciptakan alumni yang inovatif, inklusif, dan siap kerja. UNITAS akan menjalin kolaborasi erat dengan industri, pemerintah, hingga kampus luar negeri guna membangun kemitraan strategis,” tambah Dr. Ade Zaenul.
Kehadiran UNITAS membawa angin segar bagi calon mahasiswa di Priangan Timur. Kampus ini berkomitmen tidak hanya mencetak sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter berlandaskan semangat Rahmatan lil ‘Alamin. Dengan status baru ini, UNITAS siap menjadi agen perubahan sosial yang memperkuat peran pendidikan Islam dalam membangun peradaban dunia.
(Abdul Latif)



