TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, membeberkan kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi tantangan berat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Bappelitbangda Kota Tasikmalaya dengan dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat eselon 2, hingga tokoh masyarakat, Kamis (2/4/2026).
Viman mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Kota Tasikmalaya saat ini sangat memprihatinkan akibat pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Selain itu, Kota Tasikmalaya juga tidak lagi menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: IAIT Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS)
Penurunan ini terlihat sangat kontras jika membandingkan dengan data tahun 2021, saat APBD Kota Tasikmalaya masih menyentuh angka Rp2 triliun lebih. Saat ini, kekuatan anggaran daerah merosot tajam ke angka Rp1,4 triliun.
“Tantangan fiskal yang kita hadapi saat ini luar biasa. Kita harus melakukan langkah strategis dengan cara yang luar biasa pula guna menjaga keberlangsungan kondisi keuangan daerah,” tegas Viman Alfarizi Ramadhan.
Momentum Evaluasi Tata Kelola
Wali Kota menilai kondisi sulit ini sebagai bentuk ujian sekaligus evaluasi terhadap tata kelola pemerintahan. Menurutnya, selama ini pemerintah daerah terlalu terlena dengan bantuan dana dari pusat dan provinsi yang mengalir lancar.
Viman menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dinas penghasil, untuk mengubah pola kerja dan bekerja lebih keras. Ia mengibaratkan kondisi Kota Tasikmalaya saat ini seperti orang yang sedang belajar berenang namun langsung terjun ke dasar air.
“Kita sedang dipaksa untuk bisa berenang dengan cepat di tengah kondisi sulit. Tantangan ke depan akan semakin terjal, sehingga kita semua tidak boleh lagi bekerja biasa-biasa saja,” ujarnya.
Capaian Positif di Tengah Keterbatasan
Meskipun kondisi fiskal tertekan, Viman memaparkan sejumlah capaian positif yang berhasil Kota Tasikmalaya raih, antara lain:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Mencapai 76,59 poin (di atas rata-rata Jawa Barat 75,9 poin).
- Pertumbuhan Ekonomi: Berada di angka 5,39 persen (melampaui rata-rata provinsi).
- Kemiskinan & Pengangguran: Angka kemiskinan turun menjadi 10,84 persen dan tingkat pengangguran terbuka turun ke 6,43 persen.
- Pendapatan Per Kapita: Meningkat menjadi Rp42,1 juta per tahun.
Fokus RKPD 2027
Melalui tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik Untuk Kemajuan dan Kesehatan Masyarakat”, Viman berharap pembangunan memberikan dampak nyata bagi warga. Ia mengingatkan bahwa pemotongan dana pusat kemungkinan akan terus berlanjut hingga waktu yang tidak menentu.
Sebagai solusi utama, Wali Kota mendesak jajarannya untuk cermat menyiasati keterbatasan anggaran dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia ingin memastikan setiap rupiah yang keluar benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya.
(Seda)



