BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan jaminan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji asal Kota Bandung tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa situasi konflik yang saat ini melanda kawasan Timur Tengah tidak akan menghambat perjalanan para tamu Allah tersebut.
Farhan menjelaskan bahwa tahun ini Kota Bandung memberangkatkan total 1.679 jemaah haji yang terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter). Seluruh rombongan tersebut akan terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.
Baca Juga: Dukung Efisiensi Anggaran, ASN Pemkot Bandung Wajib Gunakan Angkutan Umum Setiap Hari Jumat
“Kami memberangkatkan 1.679 jemaah haji asal Kota Bandung yang terbagi dalam lima kloter. Seluruhnya akan berangkat dari Bandara Kertajati mulai 22 April hingga kloter terakhir pada 17 Mei mendatang,” ujar Farhan saat memberikan keterangan di Pusdai Kota Bandung, Rabu (1/4/2026).
Optimisme di Tengah Geopolitik Dunia
Merespons dinamika keamanan di Timur Tengah, Farhan menyatakan optimismenya bahwa pelaksanaan ibadah haji akan tetap kondusif. Ia memandang ibadah haji bukan sekadar ritual keagamaan umat Islam, melainkan pergerakan peradaban kemanusiaan yang menjadi perhatian internasional.
Farhan meyakini berbagai pihak di tingkat dunia akan bekerja sama menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran ibadah tahunan ini.
“Kami memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan mengganggu jalannya ibadah haji,” ungkapnya meyakinkan.
Koordinasi dan Jaminan Keamanan
Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengawal seluruh tahapan, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke tanah air. Farhan memastikan jajarannya bekerja ekstra guna menjamin keamanan dan kenyamanan warga Bandung selama berada di Arab Saudi.
“Seluruh dunia berkepentingan agar ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik. Insyaallah, terdapat jaminan keamanan karena ini menyangkut kepentingan umat Islam sedunia,” pungkas Farhan mengakhiri penjelasannya.
(Yusuf Mugni)



