PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Pangandaran, Hilman Saefullah, memastikan bahwa konflik bersenjata di Timur Tengah tidak memengaruhi jadwal pemberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Pangandaran. Hingga saat ini, pemerintah pusat belum mengeluarkan instruksi terkait perubahan agenda perjalanan menuju Tanah Suci.
Hilman menegaskan bahwa pihak kementerian terus memantau dinamika situasi internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, ia optimistis ketegangan geopolitik tersebut tidak akan berdampak buruk pada keselamatan maupun rencana perjalanan para jamaah haji dari Jawa Barat.
Baca Juga: 217 Calon Jemaah Haji Pangandaran Siap Bertolak Ke Mekah
“Sampai hari ini, kami belum menerima surat keputusan mengenai perubahan jadwal pemberangkatan. Kami berharap seluruh rencana berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujar Hilman, Rabu (1/4/2026).
Kesiapan 217 Calon Jemaah Haji
Tahun ini, Kabupaten Pangandaran menyiapkan 217 calon jamaah haji yang berasal dari 10 kecamatan. Hilman memastikan seluruh jamaah berada dalam kondisi kesehatan yang prima dan siap menjalankan rangkaian ibadah di Mekah maupun Madinah.
Kelompok jemaah tahun ini memiliki profil usia yang sangat beragam, mulai dari peserta termuda berusia 23 tahun hingga jemaah tertua yang menginjak usia 88 tahun.
Pelayanan Khusus bagi Lansia
Untuk memberikan rasa aman di tengah situasi global yang dinamis, Kemenag Pangandaran telah menyiagakan petugas haji yang kompeten. Hilman menjelaskan bahwa para petugas tersebut telah menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) intensif selama 10 hari.
Fokus utama para petugas adalah memberikan pelayanan maksimal bagi jamaah kategori lansia.
“Kami membekali petugas dengan keterampilan khusus agar mereka mampu melayani dan mengawal para jamaah dengan standar pelayanan terbaik selama di Tanah Suci,” pungkas Hilman.
(Sajidin)



