CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mematangkan persiapan pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) guna memperkuat daya tarik pariwisata ramah muslim. Sebagai langkah awal, Dinas Pariwisata menggelar sosialisasi Halal Value Chain di Aula Wretikandayun, Pusat Budaya Karangkamulyan, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan strategis ini menghadirkan perwakilan Bank Indonesia (BI) KPw Tasikmalaya serta tim Halal Center Salman ITB sebagai narasumber utama. Mereka memberikan pemahaman mendalam kepada para pelaku UMKM mengenai urgensi sistem jaminan produk halal dalam ekosistem wisata modern.
Baca Juga: Bupati Ciamis Ingatkan Calon Jemaah Haji Jaga Fisik dan Luruskan Niat Jelang Keberangkatan
Selama acara berlangsung, para pelaku UMKM menyimak materi terkait inspeksi kesehatan lingkungan dan tata kelola sampah. Petugas juga melakukan sesi wawancara serta pendampingan langsung untuk memandu para pedagang kuliner melewati proses sertifikasi halal.
Standarisasi Kuliner di Objek Wisata
Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis, Udenk, menegaskan bahwa pembentukan Zona KHAS merupakan instrumen penting untuk menjamin kualitas kuliner di kawasan wisata. Ia ingin memastikan seluruh hidangan yang tersaji bagi wisatawan di Kabupaten Ciamis telah mengantongi sertifikasi resmi.
“Kami memandang Zona KHAS sangat krusial bagi pariwisata, terutama untuk menstandardisasi kuliner di objek wisata agar bersertifikat halal. Hari ini, kami memulai sosialisasi tersebut di kawasan rest area Situs Karangkamulyan,” ujar Udenk, Senin (1/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Ciamis turut menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh Bank Indonesia dan Halal Center Salman ITB dalam mewujudkan kawasan wisata halal ini.
Potensi Karangkamulyan sebagai Pionir
Perwakilan Bank Indonesia KPw Tasikmalaya, Indah, melihat potensi besar pada kawasan Bojong Galuh Karangkamulyan yang memiliki fasilitas rest area strategis. Pihaknya akan mendorong sebanyak 14 UMKM di lokasi tersebut untuk segera memperoleh sertifikasi halal sebagai pilar utama Zona KHAS.
BI juga meminta adanya sinergi berkelanjutan antara Pemkab Ciamis dan Halal Center Salman ITB agar proses sertifikasi berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Apresiasi untuk Inovasi Wisata Halal
Perwakilan Halal Center Salman ITB, Ina, memuji inisiatif Pemerintah Kabupaten Ciamis yang meluncurkan Zona KHAS sebagai yang pertama di wilayahnya. Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan kepercayaan wisatawan sehingga mereka merasa lebih nyaman saat singgah dan berkuliner.
“Kami mengapresiasi Kabupaten Ciamis karena telah menghadirkan Zona KHAS sebagai langkah nyata meningkatkan pariwisata ramah muslim,” ungkap Ina.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis dapat memberikan jaminan kenyamanan serta kepastian kehalalan layanan kuliner bagi setiap pelancong yang berkunjung ke Tatar Galuh.
(Ciamiskab)



