spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Libur Lebaran 2026, Batukaras Pangandaran Tembus 10 Besar Destinasi Terpopuler di Jabar

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dua destinasi unggulan Kabupaten Pangandaran, yakni Pantai Pangandaran dan Batukaras, sukses menembus daftar 10 besar destinasi ‘Pangramena’ (paling ramai) di Jawa Barat selama libur Lebaran 2026. Berdasarkan data Jabarstats, Pantai Pangandaran mengamankan peringkat kedua, sementara Pantai Batukaras menyusul di posisi keempat.

Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti, menyebut capaian ini sebagai buah manis dari pembenahan kawasan yang berlangsung sejak awal tahun. Pemerintah daerah fokus memperbaiki aspek penertiban dan kualitas pelayanan guna menyambut lonjakan wisatawan.

“Kami melakukan pembenahan sejak Januari, terutama menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan meningkatkan standar pelayanan pariwisata,” ujar Irna, Selasa (31/3/2026).

Kelancaran Lalu Lintas dan Keselamatan Wisatawan

Disparbud menerapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurai kepadatan. Mulai dari sistem parkir terpusat di eks Pasar Wisata hingga larangan parkir di bahu jalan. Kebijakan ini terbukti efektif memperlancar arus kendaraan di kawasan pantai.

Meskipun jumlah kunjungan meningkat dibanding tahun lalu, durasi kemacetan terpangkas secara signifikan. Jika sebelumnya kemacetan panjang sering terjadi, kini petugas mampu mengurai kepadatan dalam waktu maksimal dua jam.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga merehabilitasi bangunan tidak layak fungsi menjadi pos pelayanan kesehatan. Terutama di titik rawan kecelakaan laut seperti Pos 4. Upaya ini membuahkan hasil membanggakan dengan capaian zero accident (nihil kecelakaan) di kawasan destinasi yang pemerintah daerah kelola selama libur Lebaran.

Menghalau Calo dan Modernisasi Layanan

Pada puncak libur H+1 dan H+2, jumlah wisatawan sempat melonjak hingga lebih dari 60 ribu orang per hari. Angka tersebut melampaui kapasitas ideal 40 ribu orang. Kondisi ini memaksa petugas bekerja ekstra dalam mengatur penyebaran massa di sepanjang garis pantai.

Menatap masa depan, Pihaknya berencana memodernisasi sektor perahu pesiar dengan menerapkan sistem shelter atau halte. Tujuannya agar layanan lebih tertib dan terintegrasi. Selain itu, pemerintah daerah akan memberlakukan pajak pada seluruh atraksi wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami ingin menekan praktik percaloan. Dengan penerapan pajak dan harga yang seragam, para pelaku usaha akan bersaing dalam kualitas pelayanan. Bukan lagi perang harga,” tegas Irna.

Irna menutup arahannya dengan mengajak para pelaku usaha dan wisatawan untuk menjaga etika serta kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif dalam menjaga keasrian pantai menjadi kunci utama keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru