INTERNASIONAL,FOKUSJabar.id: Sebuah varietas mangga unik asal Thailand kini mulai mencuri perhatian sebagai calon komoditas buah menjanjikan bagi para petani di Jawa Barat. Buah mangga berukuran mini ini menawarkan keunikan tersendiri karena konsumen dapat memakannya langsung bersama kulitnya.
Hartono Soekwanto, seorang pengusaha asal Bandung sekaligus penghobi ikan koi dan pertanian buah-buahan unik, memperkenalkan varietas ini langsung dari Bangkok. Ia menilai mangga mini tersebut memiliki peluang pasar yang sangat besar, terutama untuk mengisi segmen buah kelas premium di Indonesia.
Baca Juga: Gebrakan Baru Wisata Jabar, Irfan Hakim dan Hartono Soekwanto Pilih Berkemah Bareng ‘Hantu’ Bandung
Secara fisik, mangga mini ini memiliki ukuran yang seragam, rata-rata hanya sebesar telur ayam. Kulitnya yang berwarna oranye membungkus daging buah yang manis dengan biji yang sangat kecil.
“Rasanya unik, kulitnya mirip apel tetapi dalamnya tetap mangga. Teksturnya renyah dan sangat manis. Karena kulitnya mengandung banyak vitamin, mangga ini sangat asyik langsung dimakan tanpa dikupas,” ujar Hartono Soekwanto saat menunjukkan buah tersebut di Thailand, Selasa (31/3/2026).
Potensi Budidaya di Jawa Barat
Hartono memprediksi mangga mini ini akan menjadi primadona baru di pasar buah Indonesia. Ia mendorong masyarakat di Jawa Barat untuk mulai mengembangkan varietas ini karena banyak lokasi di wilayah tersebut memiliki kondisi lahan yang sangat cocok untuk pertumbuhan pohon mangga berkualitas tinggi.
Kondisi iklim dan karakteristik lahan di Jawa Barat dinilai memiliki kemiripan dengan wilayah penghasil mangga di Thailand. Bahkan, kesuburan tanah vulkanik di Jawa Barat memberikan peluang pengembangan yang jauh lebih terbuka lebar jika petani menerapkan teknik budidaya yang tepat.
“Petani kita di Indonesia pasti mampu membudidayakan mangga ini seperti halnya petani di Thailand. Kita memiliki semua modal yang dibutuhkan,” tambah Hartono optimis.
Belajar dari Kesuksesan Thailand
Thailand saat ini mendominasi pasar ekspor mangga di Asia bukan hanya karena faktor varietas. Melainkan berkat sistem usaha tani yang sudah sangat maju. Para petani di sana menerapkan jarak tanam yang teratur, melakukan pemangkasan rutin, serta mengatur pola pembuahan agar masa panen tidak berlangsung serentak. Strategi ini terbukti mampu menjaga stabilitas pasokan ke pasar sehingga harga buah tetap tinggi sepanjang tahun.
Jika petani di Jabar berhasil mengembangkan pohon-pohon mangga mini ini, sektor agribisnis buah-buahan di daerah tersebut akan mendapatkan napas baru. Langkah ini tentu memerlukan dukungan perbanyakan benih berkualitas. Tentinya beni yang telah melalui proses adaptasi dengan kultur tanah dan cuaca di Jawa Barat.



