BANDUNG,FOKUSJabar.id: Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kota Bandung. Tingkat hunian hotel di berbagai kawasan wisata bahkan sukses menembus angka di atas 90 persen, yang secara otomatis menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor pendukung.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat total kunjungan wisatawan mencapai kisaran 720 ribu orang selama periode Lebaran tahun ini. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: 69 Persen Kasus Campak di Bandung Menyerang Anak yang Belum Imunisasi
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Jujunan Mustafa, menjelaskan bahwa tren kenaikan aktivitas pariwisata sebenarnya sudah terlihat sejak sepekan sebelum hari raya.
“Kunjungan memang berada di kisaran 700 ribuan orang. Data kami merekam tren kenaikan ini mulai merangkak naik sejak seminggu sebelum Lebaran,” ujar Adi, Selasa (31/3/2026).
Puncak Kunjungan dan Lonjakan Okupansi
Adi memaparkan bahwa puncak arus kunjungan wisatawan terjadi pada H+2 dan H+3 Lebaran, tepatnya pada hari Senin dan Selasa. Pada momen tersebut, tingkat hunian hotel di berbagai titik strategis Kota Bandung melonjak tajam hingga melampaui angka 90 persen.
Kondisi positif ini merembet ke sektor transportasi massal. Volume penumpang di stasiun kereta api serta terminal bus di wilayah Bandung mencatatkan kenaikan sekitar 15 persen daripada tahun lalu.
Pengaruh Kebijakan WFA terhadap Mobilitas
Adi menilai kebijakan fleksibilitas kerja, seperti Working From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah maupun swasta, memberikan kontribusi besar terhadap tingginya mobilitas masyarakat.
“Kebijakan WFA ini tampaknya cukup berpengaruh. Masyarakat kini merasa lebih leluasa untuk bepergian tanpa harus terikat pada satu lokasi kerja tertentu,” tambahnya.
Secara nasional, pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini menembus angka lebih dari 100 juta orang. Fenomena mobilitas massal ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kota-kota tujuan wisata utama di Indonesia.
“Sebagai salah satu destinasi unggulan, Kota Bandung tentu merasakan dampak positif yang sangat besar dari tingginya pergerakan masyarakat tersebut,” pungkas Adi menutup keterangannya.
(Yusuf Mugni)



