spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Viral Kembaran Dedi Mulyadi, Ajang SDM Sampaikan Permohonan Maaf Usai Tuai Sorotan Publik

JAWABARAT,FOKUSJabar.id: Fenomena kemunculan sosok yang menyerupai tokoh publik kembali menghebohkan jagat maya. Kali ini, nama Ajang SDM menjadi buah bibir warganet setelah menampilkan kemiripan mencolok dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ajang tidak hanya memiliki wajah yang serupa, tetapi juga meniru gaya berpakaian hingga cara berkomunikasi khas Dedi Mulyadi dalam berbagai konten media sosial. Akibatnya, sebagian masyarakat sempat terkecoh dan mengira sosok dalam video tersebut adalah Dedi Mulyadi yang asli.

Baca Juga: Pasca Ambruk, Pemkot Bandung Bakal Segera Tertibkan Reklame Bando

Merespons hal tersebut, Dedi Mulyadi memberikan pernyataan terbuka guna meluruskan persepsi publik. Ia mengaku tidak keberatan jika seseorang mengapresiasi gaya kepemimpinannya melalui kreativitas, namun ia menekankan pentingnya kejujuran identitas.

“Saya senang Akang meniru gaya saya. Namun, jika orang menganggap Akang adalah saya dan Akang membenarkannya, maka ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Dedi Mulyadi.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Ajang SDM

Pernyataan Dedi tersebut segera mendapatkan respons cepat dari Ajang SDM. Sang kreator menyadari bahwa konten-konten buatannya telah memicu berbagai persepsi yang berpotensi menyesatkan masyarakat jika tidak ada penjelasan yang memadai.

Ajang pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Dedi Mulyadi dan seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas digitalnya murni berlandaskan rasa kagum terhadap sang idola, bukan untuk tujuan penipuan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada idola saya Bapak Dedi Mulyadi dan masyarakat,” ucap Ajang SDM saat memberikan klarifikasi resminya, Minggu (29/3/2026).

Pembelajaran di Ruang Digital

Ajang menjelaskan bahwa ia menciptakan konten tersebut sebagai bentuk hiburan dan apresiasi. Ia memastikan tidak memiliki niat sedikit pun untuk merugikan pihak mana pun atau menyalahgunakan pengaruh nama besar Dedi Mulyadi.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten mengenai kecepatan penyebaran informasi di ruang publik. Tanpa batasan yang jelas antara kreativitas dan identitas asli, konten digital dapat dengan mudah memengaruhi persepsi massa.

Ke depan, peristiwa ini harapannya menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih jeli dalam menyerap informasi. Kreativitas di media sosial harus tetap berjalan selaras dengan tanggung jawab moral untuk menjaga kejelasan informasi bagi publik luas.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru