PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Yayan Herdiana, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Muhamad Luthfi Fadilah, siswa kelas VIII B MTsN 1 Pangandaran. Pelajar tersebut kehilangan nyawa dalam insiden kecelakaan laut di Pantai Timur Pangandaran.
“Atas nama kepala kantor, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh civitas akademika MTsN 1 Pangandaran,” ujar Yayan, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Maret 2026, Retribusi Wisata Pangandaran Capai Rp9,2 Miliar
Pihak Kemenag mendoakan agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhum serta memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kronologi Aksi Penyelamatan yang Tragis
Peristiwa nahas ini bermula saat Luthfi sedang asyik bermain bola di pesisir pantai Blok Bulak Setra, Cikidang, bersama dua rekannya, Jumat (27/3/2026) pagi. Situasi berubah mencekam ketika salah satu temannya, Azam, mencoba berenang namun justru terseret arus laut yang sangat deras.
Kepala Dusun Kalapatiga, Arif Rahman, menjelaskan bahwa Azam sempat berteriak histeris meminta pertolongan saat tubuhnya mulai menjauh dari bibir pantai. Mendengar teriakan tersebut, Luthfi langsung berinisiatif memberikan bantuan tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri.
“Saat Luthfi hendak menolong, ombak sedang dalam kondisi besar. Akhirnya, Luthfi justru ikut terseret arus laut menuju ke tengah,” ungkap Arif menceritakan detik-detik hilangnya korban.
Penemuan Jenazah oleh Jaring Nelayan
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengonfirmasi bahwa tim evakuasi berhasil menemukan korban pada Jumat malam sekitar pukul 21.15 WIB. Penemuan tersebut berawal saat jaring milik nelayan setempat menarik tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas menemukan posisi jenazah berjarak sekitar 200 meter dari titik awal kejadian. Pihak kepolisian pun turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden yang menimpa pelajar tersebut di kawasan pantai timur.
“Kami dari Polres Pangandaran turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tutur AKBP Ikrar Potawari. Saat ini, jenazah telah bersama pihak keluarga untuk menjalani proses pemulasaraan.
(Sajidin)



