TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Euforia Lebaran 2026 menyisakan pemandangan kontras di jantung Kota Tasikmalaya. Di balik kemeriahan hari kemenangan, tumpukan sampah yang tak kunjung terangkut di sejumlah jalan protokol kini menjadi “pekerjaan rumah” besar bagi pemerintah setempat.
Kondisi kumuh ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Warga menilai situasi tersebut sebagai ironi bagi wilayah yang menyandang julukan Kota Santri, mengingat nilai kebersihan seharusnya mencerminkan keimanan. Pantauan di lapangan menunjukkan sisa konsumsi rumah tangga meluap hingga ke bahu jalan dan mengeluarkan aroma tak sedap.
Baca Juga: Tiga Bulan Terlunta-lunta di Kalimantan, Azka Remaja Tasikmalaya Akhirnya Peluk Hangat Sang Ibu
Masyarakat mempertanyakan efektivitas sistem pengangkutan sampah yang lambat mengantisipasi lonjakan volume sampah selama hari besar.
Klarifikasi Sekda Terkait Jadwal Petugas
Menanggapi keresahan warga, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengakui adanya keterlambatan pengiriman sampah dari titik vital menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Ia menegaskan bahwa masalah ini murni bersumber dari penjadwalan sumber daya manusia (SDM), bukan karena kerusakan armada.
“Petugas kami libur pada hari Jumat kemarin. Hari ini (Sabtu) kami targetkan pembersihan tuntas. Saya sudah berkomitmen dengan Kepala Dinas dan Kabid terkait untuk menyelesaikan tumpukan sampah hari ini juga,” tegas Asep Goparullah, Sabtu (28/3/2026).
Faktor Libur Jumat Menjadi Kendala
Asep menjelaskan bahwa rutinitas petugas armada sampah di Kota Tasikmalaya memang memiliki jeda pada hari Jumat. Selain jadwal libur rutin, operasional pada hari tersebut sangat terbatas karena petugas harus bersiap melaksanakan ibadah sholat Jumat.
“Kendala utama memang jatuh pada hari Jumat saat petugas armada libur. Namun, kami memastikan seluruh armada dalam kondisi siap jalan. Fokus kami sekarang adalah mempercepat evakuasi sampah agar kota kembali bersih,” tambahnya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya kini melakukan kerja ekstra pada akhir pekan ini untuk mengejar ketertinggalan pengangkutan. Dinas Lingkungan Hidup terus meningkatkan koordinasi dengan jajaran kewilayahan agar tumpukan sampah tidak mengganggu kesehatan publik.
Masyarakat berharap Pemkot Tasikmalaya segera menyusun skema darurat atau jadwal piket khusus pada hari libur besar. Langkah ini penting agar persoalan sampah yang berulang setiap tahun tidak lagi menodai predikat Kota Santri.
(Abdul Latif)



