spot_imgspot_img
Sabtu 28 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga Bulan Terlunta-lunta di Kalimantan, Azka Remaja Tasikmalaya Akhirnya Peluk Hangat Sang Ibu

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana haru menyelimuti Balai Kota Tasikmalaya, Sabtu pagi (28/3/2026). Azka (13), remaja asal Purbaratu yang sempat hilang dan terlunta-lunta di Kalimantan Timur selama tiga bulan, akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya.

Kepulangan Azka menjadi buah manis dari kerja keras kolektif antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak kepolisian. Berikut adalah fakta-fakta menyentuh di balik kembalinya remaja tangguh ini:

Baca Juga: Wakil Wal Kota Tasikmalaya Tinjau Lokasi Bencana Pohon Tumbang, Apresiasi Kinerja Tim Gabungan

Bertahan Hidup Menjadi Buruh Pabrik Bata

Di usianya yang masih sangat belia, Azka harus merasakan kerasnya hidup di tanah perantauan. Saat berbincang dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Azka menceritakan pengalamannya bertahan hidup di Balikpapan. Demi sesuap nasi, ia melakoni pekerjaan kasar sebagai buruh di sebuah pabrik bata selama beberapa bulan.

Perjalanan panjang ini bermula saat ia meninggalkan rumah hampir tiga bulan lalu. Ia sempat singgah selama 15 hari di Lamongan sebelum akhirnya terdampar di Kalimantan Timur.

Penjemputan Penuh Air Mata

Jajaran petinggi kota menyambut langsung kedatangan Azka sekitar pukul 10.30 WIB. Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan hadir bersama Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Sekda Asep Goparulloh, serta tim UPT PPA dan keluarga besar.

Isak tangis bahagia pecah saat Azka kembali memeluk ibundanya (N). Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, kehadiran Azka merupakan mukjizat yang sangat dinanti oleh keluarga besarnya.

Langkah Pemulihan: Pendampingan Psikologis dan Pendidikan

Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen menjamin masa depan Azka pasca-trauma di perantauan. Wali Kota Viman menegaskan bahwa Azka akan menjalani proses penilaian (assessment) psikologis terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi mentalnya.

“Kami ingin memastikan kondisi mental Azka stabil sebelum ia benar-benar kembali ke lingkungan keluarga. Azka memiliki potensi besar; ia pernah mengenyam pendidikan di pesantren dan bercita-cita melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah (MTs),” ujar Viman.

Pemerintah akan memfasilitasi koordinasi dengan sekolah tujuan agar pelajar SMPN 17 Kota Tasikmalaya ini dapat belajar dengan nyaman dan mengejar ketertinggalannya. Keberhasilan pemulangan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari kepolisian melalui Kanit Binmas Dede, hingga dinas sosial dan kependudukan.

Kini, Azka telah meninggalkan debu pabrik bata dan memulai kesempatan kedua untuk merajut mimpinya di Kota Resik.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru