CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Banjaranyar dan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku menjadi korban dugaan jual beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini mencuat setelah para korban merasa terjebak dalam iming-iming realisasi ID dashboard dapur MBG dengan syarat menyetorkan sejumlah uang muka.
Salah satu korban, Hendra Juhara yang merupakan warga Dusun Karangsari Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar menjelaskan bahwa dia bersama puluhan orang lainnya tergiur oleh tawaran dari seseorang berinisial YRN. Terduga pelaku menjanjikan proses cepat dalam mengeluarkan ID resmi untuk dapur pelayanan di wilayah tersebut. Â
“Awalnya saudara YRN menawarkan titik dapur MBG di Ciamis dengan proses cepat. Ia menjanjikan sanggup mengeluarkan ID resmi untuk dapur SPPG di wilayah Banjaranyar,” katanya.
BACA JUGA: Anggota DPRD Pangandaran Desak Dapur MBG Segera Lengkapi IPAL dan Sertifikat Sanitasi
Modus operandi tergolong sangat rapi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis bagi para korban. Terduga pelaku meminta dana bervariasi antara Rp 100 juta hingga Rp 135 juta per titik lokasi dengan dalih uang tersebut untuk titik koordinat dapur muncul di dashboard sistem. Tergiur dengan janji tersebut, Hendra mengaku telah menyetorkan uang total sebesar Rp 135 juta yang dikirim secara bertahap pada bulan Desember 2025 melalui perantara berinisial AS.
Ketidakpastian mulai muncul saat janji verifikasi data tidak kunjung terbukti secara resmi di lapangan. Hendra menjelaskan lebih lanjut mengenai klaim palsu yang Ia terima .
“Saya sempat menerima ID yang diklaim sudah terverifikasi melalui pesan WhatsApp. Namun saat pengumuman resmi yang akan janjikan pada 28 Desember 2025, ternyata data tersebut tidak pernah muncul,” kata dia.
Belakangan dari informasi yang yang terhimpun bahwa YRN diduga tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan aliran dana ke rekening seseorang berinisial AL yang yang menurut informasi sebagai bendahara, sementara kendali dashboard diduga berada di tangan oknum berinisial OK yang kini menurut keterangan saat ini menghilang.
Proses MBG Janggal
Kejanggalan dalam penyelesaian masalah ini semakin terlihat saat muncul pihak ketiga yang mencoba menawarkan pilihan tidak lazim dalam sebuah pertemuan di Kota Banjar pada Februari 2026. Dalam pertemuan itu, salah satu korban ada pilihan oleh oknum berinisial EK apakah ingin uang kembali atau tetap memilih titik koordinat dapur dengan cara klik di dashboard saat itu juga.
“Di situ saya merasa janggal. Kalau mekanismenya bisa ‘tinggal klik’ atau uang kembali lewat oknum tertentu, berarti ada indikasi praktik transaksional yang tidak sesuai prosedur resmi Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
BACA JUGA: Ketua Demokrat Ciamis Ingatkan Anggota DPRD Tidak Terlibat Program MBG
Menanggapi peristiwa ini, para korban mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bertindak tegas dan memastikan proses penentuan mitra dapur harus secara transparan dan akuntabel.
Mengingat segala bentuk jual beli titik lokasi sangat tidak boleh terjadi dalam aturan resmi, Hendra menekankan pentingnya keadilan agar tidak ada celah bagi praktik pilih kasih atau kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat luas.
Hingga berita ini terbit, pihak-pihak terkait dalam kronologis tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penipuan di wilayah Ciamis Selatan tersebut.
(Anthika Asmara)



