MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pesona air sebening kaca di kaki Gunung Ciremai terbukti masih menjadi magnet yang tak terbantahkan bagi para pelancong. Obyek wisata Situ Cipanten yang terletak di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, sukses mencatatkan angka kunjungan fantastis mencapai 14.840 orang hingga 23 Maret 2026 kemarin, Rabu (25/3/2026).
Fenomena membeludaknya pengunjung ini mengukuhkan posisi Situ Cipanten sebagai primadona wisata alam di Jawa Barat. Lonjakan signifikan mulai terasa pada hari kedua dan ketiga Lebaran, di mana ribuan orang memadati area kolam seluas satu hektar tersebut.
Baca Juga: Kejari Majalengka Geledah Kantor KONI, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp6 Miliar
Puncak Kunjungan Belasan Ribu Wisatawan
Direktur Bumdes Karya Mekar sekaligus pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme luar biasa dari masyarakat tahun ini. Berdasarkan data pengelola, puncak keramaian terjadi pada Minggu (22/3) dengan total 7.031 pengunjung, kemudian menyusul hari Senin (23/3) sebanyak 6.823 orang.
“Alhamdulillah, total kunjungan sejak 16 Maret hingga 23 Maret mencapai 14.840 orang. Kunjungan paling minim memang terjadi sebelum Lebaran, yakni pada 18 Maret yang hanya 51 orang karena masyarakat masih fokus pada aktivitas mudik,” jelas Yosep.
Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, turut bangga melihat Situ Cipanten menjadi lokasi pilihan utama warga untuk mengisi libur Lebaran 2026. Ia menilai potensi tujuh sumber mata air alami yang sangat jernih menjadi alasan utama wisatawan betah berlama-lama di lokasi.
Daya Tarik “Koi Sultan” dan Fasilitas Unggulan
Situ Cipanten menawarkan pengalaman eksotis yang jarang ditemukan di tempat lain. Dengan tiket masuk hanya Rp10.000, pengunjung dapat menikmati pemandangan ribuan ikan Koi kualitas kontes yang hilir mudik di air bening. Beberapa koleksi ikan tersebut bahkan memiliki nilai jual setara mobil mewah.
Selain kejernihan air, pengelola kini menyediakan berbagai fasilitas tambahan untuk memanjakan pengunjung, antara lain:
- Spot Glamping: Area bermalam di tepi danau untuk sensasi menyatu dengan alam.
- Kebun Anggur: Destinasi edukasi di mana pengunjung bisa memetik buah secara langsung.
- Area Fotografi: Spot foto bawah air yang memanfaatkan kejernihan tujuh mata air alami.
Rencana Perluasan Fasilitas
Merespons popularitas yang terus meningkat, Pemerintah Desa Gunungkuning berkomitmen untuk terus berbenah. Fokus utama saat ini menyasar pada perluasan lahan parkir. Tujuannya menghindari penumpukan kendaraan hingga ke pinggir jalan utama saat musim liburan tiba.
“Kami menyadari area parkir sering penuh saat pengunjung membeludak. Kedepannya, kami akan menambah kenyamanan sarana parkir agar wisatawan merasa lebih aman dan tenang saat berkunjung,” tegas Rudi Yudistira Gozali.
Kisah sukses Situ Cipanten menjadi bukti pengelolaan kekayaan alam lokal yang serius mampu memberikan pengalaman berkelas dunia bagi masyarakat luas.
(Abdul Latif)



