TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan kendaraan arus balik Lebaran 1447 H yang melintasi jalur ekstrem Gentong, Tasikmalaya, terus menunjukkan peningkatan volume hingga Rabu sore. Kepadatan terlihat jelas di jalur arteri wilayah selatan Jawa Barat ini, di mana kendaraan dari arah Priangan Timur menuju Bandung dan Jakarta merayap perlahan, Rabu (25/3/2026).
Kendaraan dengan plat nomor B, D, dan F mendominasi arus lalu lintas dengan kecepatan rata-rata hanya 10 hingga 20 kilometer per jam. Laju kendaraan sering kali tersendat saat melewati titik-titik krusial, seperti tikungan tajam, pertemuan arus lingkar Gentong, serta tanjakan Gentong yang terjal dan berkelok-kelok.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Targetkan Perbaikan 100 KM Jalan Tahun 2026, Akademisi Beri Apresiasi
Data Kendaraan dan Kondisi Terkini
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya, jumlah kendaraan yang melintasi jalur ini mencapai 27 ribu unit, baik roda dua maupun roda empat. Meskipun puncak arus balik secara resmi berakhir, Selasa (24/3/2026) kemarin, kenyataannya ribuan masyarakat masih melakukan perjalanan balik hingga sore ini.
Humas Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polres Tasikmalaya Kota, Amran Rosada, yang bertugas di lokasi menyebutkan bahwa volume kendaraan justru semakin ramai menjelang petang.
“Puncak arus balik memang terjadi kemarin, namun hingga sore ini masyarakat masih memadati jalur Gentong menuju arah Barat. Kondisinya padat merayap, namun kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami kemacetan total,” ujar Amran di lokasi kejadian.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kesiagaan Petugas
Amran menambahkan bahwa arus dari arah Tasikmalaya menuju Bandung terpantau padat, sementara arah sebaliknya cenderung lebih lengang. Untuk menjaga kelancaran, personel kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota bersama Senkom terus bersiaga di sepanjang jalur, terutama di tanjakan dan tikungan berbahaya.
Petugas menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas secara situasional, antara lain:
- Sistem Satu Arah (One Way): Menarik arus untuk mengurai penumpukan dari arah Timur.
- Sistem Buka-Tutup: Mengatur volume kendaraan yang masuk ke tanjakan terjal.
- Pengaturan Manual: Menempatkan personel di titik rawan guna membantu kendaraan yang mengalami kendala teknis.
Imbauan bagi Pengendara
Mengingat kondisi jalur yang ekstrem, petugas mengimbau para pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi instruksi personel di lapangan. Amran mengingatkan para pengemudi agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah.
“Kami meminta pengendara selalu berhati-hati. Jika merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya beristirahat sejenak di pos yang tersedia. Khusus untuk pemotor, kami arahkan agar tetap berada di jalur kiri demi keselamatan bersama,” tutupnya.
(Seda)



