PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran memusatkan seluruh parkir kendaraan pengunjung di area eks Pasar Wisata selama musim libur Lebaran. Langkah strategis ini bertujuan menekan kepadatan kendaraan yang biasanya mengular di sepanjang garis pantai, Selasa (24/3/2026).
Sekretaris Dishub Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan lahan sentral parkir seluas 70.000 meter persegi dengan luas efektif mencapai 40.000 meter persegi. Fasilitas ini mampu menampung 1.296 mobil pribadi, 250 bus besar, serta 960 sepeda motor dalam satu waktu.
Baca Juga: Aksi Sigap Kasat Samapta Polres Pangandaran Temukan Anak 6 Tahun yang Hilang di Pantai
Larangan Parkir di Sepanjang Pantai
Dishub kini melarang keras kendaraan wisatawan parkir di bahu jalan Pantai Barat maupun Pantai Timur. Kendaraan hanya boleh melintas untuk menurunkan penumpang (drop off) di kawasan hotel atau pantai, kemudian petugas akan mengarahkan sopir menuju sentral parkir.
“Mobil penumpang, bus, hingga kendaraan bak terbuka wajib masuk ke sentral parkir setelah menurunkan muatannya. Kami juga membatasi bus besar masuk ke kawasan pantai pada jam sibuk check-in dan check-out untuk menghindari kekakuan arus,” ujar Ghaniyy.
Fasilitas Shuttle Bus Gratis dan Nyaman
Guna memudahkan mobilitas wisatawan dari kantong parkir ke bibir pantai, Pihaknya menyiagakan 12 unit shuttle bus. Layanan transportasi ini beroperasi secara gratis dan sudah lengkap dengan fasilitas pendingin udara (AC) demi kenyamanan penumpang.
Meskipun layanan ini bebas biaya, Ghaniyy mengakui adanya keluhan terkait waktu tunggu bus yang berkisar antara 10 hingga 15 menit. Hal ini memicu sebagian wisatawan memilih berjalan kaki dari lokasi parkir menuju Pantai Barat.
Rekayasa Lalu Lintas dan Evaluasi
Berdasarkan estimasi data, sekitar 3.000 hingga 3.700 kendaraan masuk ke Pangandaran setiap harinya. Pihaknya secara rutin melakukan rekayasa lalu lintas, terutama pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, untuk mengurai arus keluar-masuk kendaraan di gerbang wisata.
Pihaknya juga terus mengevaluasi kekurangan fasilitas di sentral parkir yang saat ini masih dalam tahap pengembangan oleh vendor.
“Ke depan, kami akan menambah fasilitas seperti toilet, pusat informasi, ruang tunggu, serta membangun empat halte di dalam area parkir dan enam halte di luar kawasan,” pungkasnya.
(Sajidin)



